Sungai Bian

sungai-bian1Wisata alam merupakan satu jenis wisata yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Papua. Papua memiliki potensi wisata mulai dari laut sampai puncak gunung bersalju. Salah satu wilayah dengan potensi wisata alam adalah Kabupaten Merauke dengan potensi wisata rawa dan sungai. Sungai Bian, Merauke memang selalu memiliki potensi besar kekayaan alam yang unik.  Sungai panjang yang kaya akan hewan dan tanaman liar. Tak ketinggalan ikan-ikan di banyak sungainya. Anda memiliki keinginan untuk bisa mendapatkan ikan Baramundi dan ikan Arwana Papua, ayo ke Sungai Bian.

Tak jauh dari Sungai Bian ada sebuah perkampungan yang merupakan persinggahan masyarakat Mappi dan sekitarnya  yang akan menuju ke Kota Marauke atau sebaliknya, penduduk Tanjung Mawal mayoritas adalah masyarakat pendatang yang dari daerah Sulawesi yang mulai membuka daerah ini dengan berprofesi sebagai pedangang dan nelayan yang sudah menjadi Trade Mark mereka di tempat perantauaan.

Dapat di tempuh dengan transportasi selama 4 jam perjalanan darat dengan jarak temuh ± 86 km dari  Kota Marauke, atau dengan  melalui jalur laut dengan menyusuri pantai selata Marauke. Secara administrasi Tanjung Mawal termasuk wilayah administrasi Desa Domane, Distrik Malind, Kabupaten Merauke – Papua berada pada koordinat 08˚07’16.22” S – 139˚57’47,769” E.

Merupakan padang rumput dan rawa-rawa yang menjadi pemandangan khas di wilayah selatan Papua, sepanjang perjalanan menuju Tanjung Mawal. Sejauh mata memandang keindahan tak luput dari pandangan mata, se-sekali memicingkan mata pada saat ada pergerakan di antara rumput ilalang  sungguh berharap gerombolan Rusa berada di jalur lintasan.

Rumah Semut ” MUSAMUS “

sarsemHal yang menarik adalah ketika saya melihat sarang semut yang berbentuk seperti candi, berdiri kokoh diantara padang rumput dan hutan nipah, masyarakat disini menyebut dengan Musamus atau Rumah Semut, mengagumkan memang kehasan di sini, Musamus atau yang sering di sebut sebagai rumah semut. Musamus merupakan “istana” yang dibangun oleh koloni semut menggunakan bahan dasar tanah, rumput kering, dan air liur sebagai perekatnya. Yang istimewa dari Musamus ini adalah rancangan ventilasinya yang berupa lorong-lorong, sehingga membuat semut terlindungi dari air hujan. Selain itu, lorong-lorong ini juga berfungsi melepas panas ke udara ketika musim panas tiba. Musamus hanya ditemukan di tempat-tempat tertentu di dunia, dan salah satunya ada di Merauke. Oleh karena itu, Musamus dijadikan lambang Kabupaten Merauke.

Populasi Nyamuk 

Betapa elok Pemandangan yang di sajikan sepanjang jalan, sepertinya tak henti-henti mengatur difragma di kamera untuk mengabadikan keindahan landscape, tapi tidak, ketika mencoba memasuki hutan mangrove dan rawa-rawa tersebut, dalam hitungan detik jutaan nyamuk akan meyapa dengan gigitannya. 3 lapis baju lengkap dengan sarungtangan dan penutup wajah tak mengurungkan nafsu nyamuk-nakal untuk menghisap darah anda.. Punya Nyali? datang kesana !!

1 Response

  1. fatimah says:

    gambar sungai bian itu bagaimana ya..