Taman Balekambang

Taman yang dibangun oleh kerabat Mangkunegaran ini terletak di jalan A. Yani, agak jauh dari pusat kota. Kita bisa melihat kolam ikan dan kolam renang di dalam taman ini dan di tengahnya terdapat rumah indah dikelilingi bunga-bunga. Anda bisa datang untuk melihat gedung kesenian Ketoprak, yang terdapat di dalam area ini juga.

Taman Balekambang adalah taman yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini dan GRAy Partinah. Oleh karena itu, dua patung dari putri ini juga diletakkan di dalam taman. Selain itu, taman yang terbagi dua juga diberi nama sesuai dengan nama kedua putri, yaitu Partinah Bosch yang merupakan semacam hutan kota, dan Partini Tuin, yang merupakan kolam air. Taman ini terletak di Jl. Ahmad Yani, Surakarta dengan area seluas 9,8 Ha dan dibuka untuk umum mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00 WIB setiap hari.

Taman ini adalah warisan dari Mangkunegoro VII. Sang Mangkunegoro mengadopsi penataan kota di Eropa yang mana banyak didapatkan taman-taman nan indah di kota-kotanya. Oleh karenanya, beliau ingin mengadopsi sistem pertamanan itu di kadipatennya. Pada masa Mangkunegoro VIII taman ini dibuka untuk umum dan sejak itu taman ini menjadi salah satu pusat hiburan kesenian masyarakat Solo. Kelompok Srimulat pun mengawali karirnya dari Taman Balekambang ini. Lambat laun taman ini kehilangan gairahnya dan sempat menjadi tempat “esek-esek” selama lebih dari dua dekade dikarenakan kelalaian pemerintah kota waktu itu dalam mengelolanya.

Sejarah Taman Balekambang

Taman balekambang pada awalnya bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegara VII pada tanggal 26 Oktober 1921. Karena rasa sayang pada kedua putrinya, GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta, maka dibuatlah sebuah taman dengan mengabadikan nama keduanya. Taman Balekambang memadukan konsep Eropa dan Jawa.

Taman ini terdiri atas dua area. Area yang pertama dinamakan Partini Tuin atau Taman Air Partini, berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada didalam kota juga digunakan untuk bermain perahu. Area yang kedua bernama Partnah Bosch artinya Hutan Partinah yang ditanami tumbuhan langka seperti kenari, beringin putih, beringin sungsang, dan apel coklat. Fungsi dari taman kota ini adalah sebagai resapan dan paru-paru kota.

Pada mulanya taman ini tidak buka untuk umum pada masa pemerintahan KGPAA Mangkunegara VII, baru pada era KGPAA Mangkunegara VIII Taman Balekambang mulai dibuka untuk umum. Sejak itu mulai diselenggarakan beragam kesenian untuk rakyat seperti ketoprak lesung. Kesenian ini ialah ketoprak yang diiringi dengan alunan musik lesung.

Pada tahun 2008 dilakukan revitalisasi atas Taman Balekambang. Setelah itu Taman Balekambang mulai dimultifungsikan sebagai taman seni & budaya, taman botani, taman edukasi, dan taman rekreasi. Masuk Taman Balaikambang tidak dipungut biaya, kecuali bagi mereka yang menggunakan kendaraan roda dua (seperti saya kemarin) maka tarif parkirnya Rp 1.000,00 pada hari biasa dan Rp 2.000,00 pada hari Minggu.

Pengunjung akan dimanjakan oleh fasilitas hot spot gratis yang disediakan oleh Pemkot Surakarta. Asik sekali,browsing di bawah pohon-pohon teduh, sembari ditemani kicauan burung-burung, dan sesekali rusa-rusa jinak melintas. Di Taman Balekambang juga ada fasilitas flying fox yang biasanya dipakai anak-anak sekolah ketika wisata outbound. Terdapat pula gedung amphiteater yang sering dipergunakan untuk acara-acara kesenian.

Taman Balekambang memang cocok untuk mereka yang mencari kesejukan di tengah hiruk pikuknya perkotaan. Baik tua maupun muda, dari berbagai kalangan profesi dan pendidikan, semuanya disambut dengan baik di taman bersejarah ini. Kepemimpinan Joko Widodo telah merubah wajah taman yang sempat diidentikkan dengan lokasi “esek-esek” menjadi tempat yang atraktif dan menarik bagi wisata keluarga, pasangan maupun personal dan bahkan menjadi tempat diselenggarakannya acara internasional. Beberapa tempat sedang dalam proses pembangunan untuk melengkapi kawasan wisata hijau ini, salah satu di antaranya Taman Reptil. Selain itu, Pasar Burung Depok dan Pasar Ikan Hias akan ikut dikembangkan untuk menyemarakkan kawasan Balekambang ini.