Waduk Cacaban

SEJARAH 

Waduk Cacaban mulai digagas sejak tahun 1914 dan dibuat perencanaan detailnya pada tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan fisiknya dimulai pada tahun 1952 dimana peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno pada tanggal 16 September 1952, dan selesai pembangunannya pada tahun 1958 diresmikan penggunaanya oleh penjabat Presiden Mr. Sartono pada tanggal 19 Mei 1958. Sejak saat itu secara resmi waduk Cacaban dioperasionalkan hingga sekarang.

WadukCacabanSelama operasional, telah banyak kegiatan yang dilakukan dalam rangka menjaga fungsi waduk, baik yang bersifat pemeliharaan maupun pembangunan. Waduk Cacaban selain mempunyai fungsi utama sebagai sumber air untuk irigasi, juga merupakan potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai wisata air maupun wisata alam. Kawasan wisata alam waduk Cacaban merupakan salah satu aset Pemerintah Kabupaten Tegal sebagai obyek wisata dari beberapa obyek wisata lainnya. Sasaran obyek wisata Waduk Cacaban saat ini hanya melihat air diwaduk dan makanan khas ala Waduk Cacaban dengan menu ikan air tawar dari waduk disamping sebagai tempat tujuan memancing dari beberapa daerah disekitarnya.

Secara geografis kawasan wisata alam waduk cacaban terletak di tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Kedungbanteng meliputi sebagian Desa Penujah, Karanganyar, Tonggara dan Karangmalang, Kecamatan Jatinegara meliputi sebagian Desa Jatinegara, Dukuhbangsa, Lebakwangi, Capar, Padasari dan Wotgalih dan Kecamatan Pangkah meliputi sebagian Desa Dermasuci.

HARGA TIKET MASUK

Harga Tiket Masuk Untuk Hari Biasa :
–    Dewasa        : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja
–    Anak-anak    : Rp. 2.500,- + Asuransi Jasa Raharja

Harga Tiket Masuk Untuk Hari Libur/Tanggal Merah
–    Dewasa         : Rp. 4.500,- + Asuransi Jasa Raharja
–    Anak-anak     : Rp. 3.500,- + Asuransi Jasa Raharja

AKSES 

Transportasi menuju ke Kawasan wisata alam waduk Cacaban dapat ditempuh melalui dua jalur yang pertama dari Kota Tegal dengan jalur melalui Kramat – Pangkah – Waduk Cacaban dengan jarak kurang lebih 20 km dan yang kedua dari Kota Slawi – Pangkah – Waduk Cacaban dengan jarak kurang lebih 9 km. dimana pada saat sekarang sudah tersedia angkutan umum pedesaan dengan trayek Slawi–Cacaban sebanyak 25 Armada, sedang yang dalam proses persiapan pelaksanaan adalah angkutan dengan “Loko Antik” dari Pabrik gula Pangkah menuju Cacaban.

FASILITAS UMUM PARIWISATA 

–    Bumi Perkemahan.
–    Tempat Bermain Anak.
–    Panggung Hiburan.
–    Bukit Mbah Santi.
–    Kapal Wisata.
–    Warung Apung.
–    Road Race.
–    Hotel Melati.
–    Rumah Makan.

FASILITAS SOSIAL PARIWISATA

–    Musholla.
–    Toilet.
–    Tempat Parkir Luas.

Sumber : disparbudtegalkab