Kolam Balai Benih Ikan - Saturday, 9 August 2008
Pagi yang cerah dan cuaca yang bersahabat membuat hari begitu indahnya, apalagi hari ini merupakan lomba IFT Grandprix Harian tahap ke-4, lomba yang sudah dinantikan para Member IFT peserta lomba ini. Sejak jam 7 pagi terlihat di pinggir sisi kolam banyak peserta yang sudah datang, ada yang sibuk meracik umpan atau hanya berbincang-bincang antara peserta dengan yang lainnya.
Untuk Grandprix harian putaran ke-4 ini IFT memakai kolam yang sudah banyak di kenal para pemancing yaitu Kolam Pemancingan Perikanan BBI yang berada di daerah Ciganjur, Jakarta Selatan. Kolam yang dipergunakan kali ini adalah kolam ex.Galatama karena kolam besar harian khusus lomba yang biasa di pakai IFT kini dipergunakan untuk kolam galatama dari 48 lapak yang tersedia, semuanya penuh bahkan peserta cadangan melebihi 20 orang.
Lomba kali ini memang tidak jauh berbeda dengan lomba-lomba grandprix tahap sebelumnya, yang membedakan hanya untuk Ikan Induk ukuran 3 kg ke atas tidak diperkenankan dibawa pulang tetapi akan mendapat kompensasi sebesar Rp. 15.000 / ekor. Ketentuan ini berlaku setelah mengadakan negosiasi dengan pihak kolam BBI yang tujuannya supaya pemancing bisa lebih banyak strikes dan mendapat ikan karena uang yang seharusnya untuk beli ikan induk dilimpahkan untuk membeli Ikan rame, sedangkan untuk ikan induk pihak kolam BBI meminjamkan sebanyak 1 kwintal lebih ikan induk dengan bobot 3 kg ke atas. Untuk ketentuan ini pihak IFT sudah mensosialisasikannya kepada seluruh peserta lomba dan hampir semuanya menanggapi dengan positif.
Lomba yang di mulai tepat jam 09:00 wib terkesan begitu lambat, ini dikarenakan makan ikan yang kurang bagus sehingga banyak sekali pemancing merasa kecewa. tapi tidak semua yang merasakan kekecewaan karena sekitar jam 09:40 wib dari lapak 22 yang ditempati Neng Tita berhasil menarik ikan induk seberat 3,95 kg disusul kemudian dari lapak 27 a/n Syaiful Bachri yang berhasil menimbang ikan seberat 3,25 kg. 5 menit kemudian Pinus Pinata dari lapak 28 membuat gebrakan dengan mengangkat ikan seberat 3,80 kg.
Matahari mulai bersinar dengan teriknya ikan induk yang diharapkan dapat terangkat banyak pada lomba kali ini ternyata tidak terwujud karena hanya sekitar 9 ekor induk yang berhasil terangkat oleh peserta lomba dan yang paling spektakuler ketika Triyono Bukopin dari lapak 07 berhasil menimbang ikan induk seberat 4,25 kg dan berhasil memimpin sementara klasmen juara.
Untuk menaikkan semangat peserta lomba, IFT kembali menurunkan ikan rame sebanyak 1 kwintal ke dalam kolam ditambah lelang ikan sebesar Rp. 10.000,- / ekor. Dan cara ini ternyata ampuh karena setelah diumumkan dimulainya ikan lelang, banyak peserta yang mendapatkan ikan dan langsung berlari ke pos panitia untuk mendapatkan uang ikan lelang.
Tak terasa hari mulai sore dan waktupun sudah menunjukkan jam 15:00 wib bertanda lomba harus diakhiri. setelah mendapat aba-aba dari panitia, akhirnya lomba IFT Grandprix Harian tahap 4 dinyatakan selesai.
| Juara |
Hadiah |
Nama |
Berat |
Lapak |
| Induk Terberat 1 |
RP. 2,000,000 |
Triyono Bukopin |
4,25 kg |
07 |
| Induk Terberat 2 |
RP. 1,000,000 |
Budi Mulia |
3,95 kg |
22 |
| Induk Terberat 3 |
RP. 700,000 |
Pinus Pinata |
3,80 kg |
28 |
| Induk Terberat 4 |
RP. 500,000 |
H. Aeb |
3,75 kg |
15 |
| Total Berat |
RP. 300,000 |
Anton Kiswanto |
11,95 kg |
35 |
| Kolam Balai Benih Ikan - Saturday, 9 August 2008 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
<< Back