Memancing memang menjadi sarana yang tepat untuk menghilangkan stress atau sekedar mencari kesenangan, begitu pula yang dirasakan Dedy Masyhuri. Dedy mulai menyukai mancing sejak tamat SMP, adalah teman-temannya orang pertama yang mengenalkan Dedy dengan kegiatan ini.
Selain mendapat dukungan keluarga untuk hobi mancingnya, pemancing kelahiran Palembang, 23 Oktober 1975 ini juga bertekat memiliki usaha kolam pemancingan yang menyediakan alat-alat pancing serta perlengkapan memancing lainnya. Pemancing yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai BUMN ini kini menetap di kota kelahirannya yaitu Palembang.
Untuk hobinya yang satu ini, Dedy pernah mengeluarkan budget hingga Rp 15.000.000,- untuk membeli piranti pancing, meskipun dulu saat baru menekuni mancing piranti pertama yang dimilikinya hanya berupa joran pancing udang dan joran kolam saja. Dalam menggeluti dunia memancing jalan Dedy memang tidak selalu mulus, mulai dari dilarang istri pergi mancing tapi tetap nekat, boncos, sampai hal yang paling menjengkelkan baginya yaitu cuaca buruk.
Dedy memiliki pengalaman memancing di berbagai tempat mulai dari kolam, sungai sampai laut pernah di sambanginya, meskipun terkadang boncos tidak bisa dihindari. Dari sejumlah tempat mancing yang di kunjunginya, Laut Selat Bangka merupakan yang terfavorit, karena menurut Dedy laut bangka memiliki udara yang sejuk dan terdapat banyak ikan. Hal ini pula yang membuat Dedy lebih menyukai memancing di laut. “Saya paling suka mancing di laut selat bangka karena udaranya sejuk, adem, dan banyak ikannya yang pasti”, Ujar Pemancing yang menyukai teknik jigging, popping, dan casting untuk bertarung dengan si penghuni laut.
Menurut Dedy Tips & Trik memancing di laut sangat simple, yaitu cukup dengan membaca cuaca saja. Sedangkan untuk memancing di kolam dan sungai, ia biasa menggunakan campuran udang dan tepung sebagai umpan. Dedy mengaku selalu menyempatkan diri pergi memancing setiap minggunya, dalam seminggu bisa 2 sampai 3 kali ia pergi memancing ke laut. Kebanyakan pemancing memiliki keinginan menurunkan hobi mancingnya kepada anak-anak mereka, tapi menurut Dedy hobi seseorang tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu, ia tidak memaksakan diri untuk menurunkan hobinya.
Untuk memuaskan hasrat memancingnya ini, Dedy tidak sendirian, ia memiliki tim memancing yang turut bersamanya berburu para makhluk laut. Tim ini bernama “Club Mancing Mania Mandiri (CM3)”. Bagi Dedy dan CM3, setiap pengalaman memancing di laut memiliki kesan masing-masing, mulai dari persiapan, perjalanan, dan kegembiraan saat memancing, semua terekam indah dalam ingatan. “Bisa berkumpul bersama teman–teman, bercanda ria yang pasti dong ha…ha… yang penting asyik & enjoy aja…broooo…” papar pemancing yang tergabung sebagai member IFT sejak Oktober tahun lalu.
Dalam menyalurkan hobinya, selain sering pergi memancing bersama timnya, Dedy juga turut berpartisipasi dalam perlombaan mancing. Dari perlombaan mancing yang diikutinya, Dedy pernah meraih juara dan membondong uang tunai sebesar Rp 5.000.000,- ke dalam pudi-pundinya. Pertarungan dengan ikan singkur 15 kg yang berhasil diangkatnya, nampaknya belum membuat Dedy puas, karena hasrat terbesarnya belum terpenuhi yaitu menaklukan ikan Blue Marlin dan GT.
| Nama Pekerjaan Alamat Member sejak |
: Dedy Masyhuri : Pegawai BUMN : Jl. R.Soekamto Lr. Muttaqien Rt.37 No. 2347 Sekip Ujung, Palembang 30127 : 07 Oktober 2010 |

