Pecinta Mancing di Kolam

Hilman Subhana: Pecinta Mancing di Kolam

Hilman Subhana, pria kelahiran 20 Juni 1978 yang akrab disapa imen ini mulai menyukai mancing sejak duduk dibangku SMP. Pertama kali dikenalkan oleh temannya, Imen pun ketagihan melakoni kegiatan yang kini menjadi hobinya tersebut. Alasannya cukup sederhana, “Saya tertarik mancing karena sensasi strikenya selain itu memancing juga untuk melatih kesabaran”, ujar pemancing yang sehari-hari bekerja sebagai IT di sebuah perusahaan swasta.

Dimulai dengan joran tegek sebagai piranti pertama yang dimilikinya, Imen mulai menekuni kegiatan sebagai pemancing. Beruntung keluarga pun turut mendukung hobinya ini, sehingga saat weekend ia selalu menyempatkan diri untuk memancing dua kali dalam seminggu. Sama seperti pemancing pada umumnya, Imen pun kerap merasa kesal saat mancing jika tidak mendapatkan hasil (boncos).

Beberapa pemancing lebih menyukai memancing di kolam dibandingkan di laut, demikian juga dengan pemancing yang satu ini. Apa alasannya? “Saya lebih menyukai mancing di kolam, karena selain tidak memerlukan biaya yang banyak, peralatan yang digunakan pun harganya relatif terjangkau, tidak semahal peralatan mancing di laut”, begitulah penuturan pemancing yang menghabiskan budget senilai Rp 2 juta untuk membeli piranti pancing ini.

Sebagai pecinta mancing di kolam, tentu saja Imen pernah mengikuti perlombaan mancing yang diadakan di kolam. Tidak sia-sia, dalam perlombaan tersebut Imen pun berhasil menduduki gelar Juara Total Terberat dengan mengangkat induk ikan mas seberat 6 kg. Sedangkan dalam hal meracik umpan, Imen bisa dikategorikan sebagai pemancing yang sangat suka bereksperimen untuk menciptakan aroma yang khas pada umpan racikannya.

Imen pun meliki pesan bagi pemancing pemula yang ingin mengikuti perlombaan mancing dalam hal persiapan. “Jika menghadapi lomba, persiapkan segala sesuatunya jangan terburu-buru. Baik itu mempersiapkan peralatan ataupun umpan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat lomba berlangsung. Usahakan 30 menit sebelum lomba dimulai, semua sudah ready“, papar pemancing yang menyukai teknik mancing pelampungan dan glosoran ini.

Selama menggeluti kegiatan memancing ini, Imen pun menjelajahi beberapa daerah untuk merasakan sensasi strike dari perlawanan ikan-ikan di daerah tersebut. Diantaranya, Puspita, Liung Sanim, Waduk Kukila, Bambu Apus, Hankam, Palem dan beberapa tempat lainnya. Dari semua tempat mancing yang disambanginya, yang menjadi favorit adalah memancing di Liung Sanim dan Waduk Kukili. “Saya memiliki tempat mancing favorit yaitu di Liung Sanim dan Waduk Kukili, Karena disana tempatnya nyaman dan bersih”, terang pemancing yang berkeinginan menurunkan hobi mancing ini kepada keluarganya.

Selain gemar menjelajahi tempat-tempat memancing, Imen juga tertarik untuk memiliki usaha kolam pemancingan dan peternakan ikan. “Saya punya cita-cita ingin memiliki peternakan ikan dan kolam pemancingan sendiri”, harap pemancing yang sangat ingin menaklukan ikan kumpay ini.

Imen ingin berbagi cerita seputar pengalaman memancingnya beberapa waktu yang lalu. Seperti biasa, saat weekend tiba Imen akan pergi berburu pengalaman memancing. Saat itu Imen dan temannya pergi memancing di Waduk Kukila, tempat mancing favoritnya. Cuaca saat itu memang sangat terik, tapi hal itu tidak menjadi halangan baginya untuk tetap meneruskan memancing.

“walaupun udara terasa panas namun waktu berlalu tidak terasa, dikarenakan saya mendapatkan ikan cukup berat dan hampir mendapatkan juara.”, kenang pemancing yang juga memiliki tim mancing ini. Hal tersebut membuat Imen penasaran juga merasa tertantang dan ingin kembali memancing disana.

Nama
Pekerjaan
Alamat
: Hilman Subhana
: Karyawan Swasta
: Jl. Bacang Rawasari No.71 Rt.006 Rw.07 Jakarta Pusat

 

Artikel Lainnya :