Mancing Di Kolam Lebih Mengasyikkan

rudy-herlambang

Berawal dari ketertarikannya dengan kegiatan yang dilakukan sang ayah tercinta yaitu memancing, Rudy Herlambang (33 tahun) yang saat itu masih berstatus sebagai siswa sekolah dasar pun meminta sang ayah untuk mengenalkannya lebih dalam perihal kegiatan tersebut. Berkat Jasa sang ayah, dukungan keluarga dan ketekunannya dalam memancing, berbagai kemenangan pun berhasil dibondong pemancing yang akrab disapa Opai ini dari perlombaan mancing galatama yang diikutinya.

Berbeda dengan kebanyakan pemancing lainnya, Opai justru lebih menyukai memancing di kolam dibandingkan di laut. Karena menurut pemancing yang pernah membawa pulang motor Honda Revo sebagai hadiah  dari kemenangan yang diraihnya dalam turnamen mancing ini, memancing di kolam lebih bersensasi karena selain ada hadiahnya, Opai juga bisa menguji kemampuannya dalam meracik umpan dan mengadu umpan racikannya dengan peserta lain. Meskipun terkadang sedikit kesal saat ikan tidak mau memakan umpannya. “Yang paling membuat saya kesal saat memancing itu saat ikannya lagi ngambek makan”, ujar pemancing yang pernah menghabiskan budget hingga Rp 8.000.000,- untuk membeli piranti pancing demi memuaskan hobinya tersebut.

Di awali dari browsing melalui search engine google sampai akhirnya sekitar satu tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 21 Agustus 2010, Rudy Herlambang bergabung sebagai member di IFT Fishing. Siena 1500 adalah piranti pertama yang dimiliki pemancing yang sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta ini. Bagi pemancing kelahiran Palembang, 21 April 1978 ini, candunya terhadap memancing membuatnya tidak bisa melewatkan kegiatan ini dari daftar rutinitasnya sehari-hari. Bahkan suatu ketika Opai pernah nekat memaksakan diri untuk memancing, padahal saat itu kondisi tubuhnya sedang demam tinggi.

Dalam memancing, bukan tidak mungkin seorang pemancing mengalami nasib kurang baik dengan pulang tanpa membawa hasil (boncos). Pemancing yang satu ini pun sempat satu kali mengalami boncos, kejadian itu menjadi pengalaman pertamanya pulang tanpa membawa hasil. Meskipun sampai saat ini Opai belum pernah mengalami ketidakberuntungan itu lagi, tetapi kejadian itu membuatnya tidak pernah mencoba keberuntungannya lagi di kolam tersebut, karena khawatir mengalami boncos untuk kedua kalinya.

Selain memiliki banyak pengalaman dalam mengikuti berbagai tournament mancing, Opai juga memiliki pengalaman yang tidak terlupakan dari benaknya saat ia masih kecil. Saat itu Opai yang masih duduk di bangku sekolah dasar, bersama seorang temannya berniat menghabiskan waktu luang bersama. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pergi memancing, mereka menguji keberuntungan mereka di salah satu kolam pemancingan di daerah Palembang, tanah kelahiran Opai.

Mereka memulai kegiatan itu dengan melemparkan pancing sejauh-jauhnya dan mulai memancing dengan penuh semangat. Kegiatan tersebut berlangsung sangat seru, di tambah dengan hasil yang didapatkan lumayan banyak. Setelah mereka sudah cukup puas dan sudah mulai kelelahan, Opai dan temannya pun memutuskan untuk menyudahi kegiatan tersebut dan bergegas menuju tempat penimbangan. Setelah di timbang, total ikan mas yang didapat mencapai 80 kg. Hal ini membuat mereka senang sekaligus kebingungan, karena ikan yang didapat sangat banyak, tentu harga yang harus di bayarkan pun sangat besar. Akhirnya mereka memutuskan untuk nekat melarikan diri dan tidak membayar ikan-ikan tersebut. “Mancing dapet ikan mas hampir 80 kg tapi kita nekat kabur gak mau bayar ikannya, soalnya banyak sekali pasti mahal kalau dibayar, hahaha…”, ceritanya sambil tertawa.

Semua pemancing pasti mempunyai target ataupun keinginan yang ingin dicapai, begitu juga dengan pemancing yang satu ini. Tidak puas dengan ikan mas 6,8 kg dan ikan patin 6,2 kg yang telah berhasil diangkatnya, pemancing yang menyukai teknik pelampungan dalam menekuni hobi mancingnya itu juga memiliki keinginan yang belum terpuaskan yaitu menaklukan ikan patin dengan berat 12 kg untuk memaksimalkan kemampuan memancingnya. Selain keingininan untuk menaklukan ikan patin 12 kg, Opai juga sangat berkeinginan menurunkan hobi mancingnya ini kepada putranya kelak.

 

Artikel Lainnya :