Sensasi Strike di Kepulauan Derawan

Rudy Kurniawan

Selain sebagai hobi, memancing juga mendatangkan minat untuk berbisnis dibidang perikanan. Hal ini pula yang dirasakan oleh pemancing kelahiran Surabaya, 15 Desember 1980 yang kini menetap di Kalimantan Timur. Rudy Kurniawan atau yang akrab disapa Aryo ini sangat berkeinginan berbisnis keramba ikan kerapu dan udang lobster.

Aryo sudah menyukai memancing sejak kecil, sang ayah merupakan orang pertama yang mengenalkan Aryo dengan kegiatan ini. “Saya tertarik memancing karena disamping hobi juga untuk refreshing bila pekerjaan menumpuk”, ujar pemancing yang sehari-hari berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini.

Pemancing yang menyukai teknik jigging dan popping ini bergabung dengan IFT sekitar tahun 2009. “Saya mengenal IFT awalnya dari Browsing di internet, dan mencoba untuk belanja Online”, terang pemancing yang pernah menghabiskan bugdet Rp 6.000.000,- untuk membeli piranti pancing ini.

Aryo beruntung karena memiliki keluarga yang sangat mendukung hobi mancingnya ini, karenanya Aryo selalu menyempatkan diri untuk memancing setiap bulannya, jika cuaca mendukung bisa 3 kali dalam sebulan ia memancing. Tidak hanya mendapat dukungan dari keluarga, Aryo juga mempunyai tim memancing yang siap berburu keberuntungan bersamanya.

Meskipun belum pernah mengikuti perlombaan mancing, tetapi pemancing yang satu ini belum pernah mengalami boncos selama menekuni hobi mancingnya ini, paling sedikit 3-5 ekor ikan berhasil dibondongnya pulang. Bukan hanya belum pernah mengalami boncos, Aryo juga Pernah menaklukan ikan tenggiri 10 kg dan ikan kuwe (GT) 14 kg, meskipun demikian Aryo belum merasa puas, karena keinginan terbesarnya belum terpuaskan yaitu menaklukan ikan marlin.

Hal yang paling mengesalkan bagi kebanyakan pemancing adalah boncos, berhubung aryo belum pernah mengalami boncos sebelumnya, bukan berarti ia tidak pernah kesal saat memancing. Hal yang paling mengesalkan Aryo adalah saat sudah berada di spot mancing, lalu turun hujan yang membelenggu semangatnya untuk “strike”.

Dalam memuaskan hasrat memancingnya, Aryo tidak menggunakan racikan umpan khusus. “Biasanya saya mengunakan rapala untuk trolling, poper untuk popping, metal jig untuk jigging, apabila metal jig sudah tidak dimakan saya biasa menggunakan potongan ikan jenis layang, atau ikan kecil lainnya, bisa juga pakai umpan udang hidup”, jelas pemancing yang juga ingin menurunkan hobi mancing ini kepada keluarganya.

Menurut Aryo memancing di laut lebih memiliki banyak tantangan dibandingkan memancing di kolam. Dari tiga tempat memancing yang pernah disambanginya yaitu Laut Tarakan (berbatasan dengan selat sulawesi), kepulauan Derawan, dan kepulauan Maratua, yang paling disukainya adalah memancing di kepulauan derawan dan kepulauan maratua. “Di kepulauan Derawan dan Maratua adalah tempat favorit saya. Saya suka karena disamping saya bisa memancing, saya juga bisa menyelam, berenang dan lainnya. Sebab air di kepulauan ini jernih sekali, sampai kita bisa liat ikan dan terumbu karang dibawah air tanpa harus menyelam, mantaffff”, begitulah rekomendasi dari pemancing yang pernah nekat memaksakan diri untuk memancing padahal saat itu sedang mendung gelap (badai), walhasil aryo pun mabuk laut dan pulang dalam keadaan demam.

Aryo bersama timnya memiliki pengalaman yang seru dan tidak terlupakan dari benak mereka masing-masing. Mereka pun berkenan berbagi cerita seputar pengalaman mereka saat memancing di Kepulauan Derawan. Saat itu, sekitar 5 bulan yang lalu, Aryo dan lima orang temannya berkeinginan merasakan kembali sensasi strike di kepulauan ini. “Untuk menuju spot pancing kami melakukan trolling, ada yang menggunakan bulu ayam ada juga yang menggunakan rapala”, cerita Aryo. Setelah 15 menit berlalu, mereka menemui kawanan lumba-lumba yang menari dengan eloknya disamping perahu mereka. Tidak lama kemudian, “STRIKES” umpan mereka disambar ikan tuna. Yang membuat sangat berkesan saat memancing kali ini adalah tidak satupun dari mereka yang tidak bertarung dengan si tuna. “Kelima orang dikapal itu menarik ikan semua, pokoknya Mantap dehhh”, kenang Aryo.

Nama
Pekerjaan
Alamat
Member sejak
: Rudy Kurniawan
: Pegawai Negeri Sipil
: Jl. Purnabhakti RT. 12 No. 180 Perum PEPABRI Kampung Satu/Skip Tarakan, KalTim
: 07 November 2009

 

Artikel Lainnya :