Alasan Wanita Sulit Menurunkan Berat Badan

Pasti anda sudah tau kunci menurunkan berat badan yang ampuh. Ya, kunci itu adalah mengatur pola makan, termasuk menguranginya dan berolah raga. Bila sudah melakukan cara ini, namun berat badan tak kunjung turun bahkan malah semakin bertambah, kemungkinan anda mempunyai kondisi kesehatan yang  tidak setuju dengan upaya untuk menjadi langsing ini.

Gejala-gejala kegagalan dalam menurunkan berat badan memang terlihat samar-samar. Oleh karena itu, dokter pun sering tidak menyadari gejala-gejala tersebut. Namun, pada umumnya ada empat hal yang mengakibatkan wanita sulit menurunkan berat badan. Berikut ini penjelasannya.

 Mengalami Intoleransi Makanan Tertentu

Mayoritas dari kita dapat dengan mudah mengenali gejala alergi terhadap makanan tertentu. Misalnya, timbul bercak-bercak merah setelah memakan seafood (Kepiting atau udang). Namun, kebanyakan tentu tidak dapat membedakan apa yang dimaksud dengan alergi makanan dan intoleransi makanan. Dan dengan sendirinya, kita tidak mengetahui cara menangani masalah ini.

Alergi makanan terjadi saat sistem kekebalan tubuh mengalami kesalahan dalam mengenali makanan sebagai suatu yang berbahaya dan reaksi yang ditimbulkan pun terjadi cukup cepat. Sementara itu, intoleransi makanan memiliki berbagai penyebab, termasuk kurangnya enzim pencernaan tertentu atau sensitif terhadap bahan makanan tambahan. Intoleransi makanan cenderung terlihat setelah beberapa waktu.

mengkonsumsi makanan yang dapat dikatakan “bermasalah” misalnya produk olahan susu, tepung, kedelai, telur, jagung dan kacang-kacangan, dapat mengakibatkan perut kembung dan menambah berat air dalam tubuh. Gejala-gejala lain yang dapat anda alami, diantaranya sembelit, diare, asma ringan, eksim, sakit kepala, kelelahan, serta nyeri otot dan sendi. Para ahli kesehatan memperkirakan intoleransi makanan mempengaruhi 1 dari 10 orang.

Dokter ahli penyakit dalam dapat saja mendiagnosis masalah terjadinya intoleransi makanan, namun anda dapat mencegahnya dangan cara memilih makanan yang benar. Sebagian dokter menyarankan untuk mulai menyingkirkan makanan yang mengandung olahan susu dan zat tepung (penyebab terbesarnya) selama dua sampai tiga minggu.

Bila belum ada perubahan, mulai juga untuk menghindari jagung, telur, kedelai, kacang-kacangan, serta makanan yang mengandung bahan pewarna dan pengawet. Setelah beberapa minggu, mulailah kenalkan lagi secara perlahan makanan-makanan tersebut, satu demi satu untuk mengetahui reaksinya.

Memiliki Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid mempunya fungsi memproduksi hormon yang mengatur cara tubuh menggunakan energi. Kelenjar tiroid yang tidak aktif dapat mengacaukan metabolisme tubuh anda dan mempengaruhi aspek lain dalam kesehatan. Diperkirakan, sebanyak 10 persen orang dewasa terutama wanita berusia 40-50 tahun mengalami hypothyroidism.

Lalu, apa gejala yang menunjukkan adanya hypothyroidism? Selain bertambahnya berat badan atau ketidakmampuan untuk menurunkan berat badan, anda akan mengalami kelelahan, rambut rontok, kulit kering, menstruasi yang berat, sensitif terhadap udara dingin, nyeri sendi dan lemah otot, bahkan depresi. Akan tetapi, orang yang mengidap hypothyroidism dalam kadar rendah akan merasa lemas saja tanpa ada tanda-tanda sakit yang lain.

Kekacauan Hormon

Sekitar 1 dari 10 wanita usia produktif mengidap polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik. Kondisi ini terjadi ketika indung telur wanita memproduksi kelebihan hormon pria. Selain mengakibatkan masalah ovulasi dan ketidaksuburan, sindrom ovulasi ini pun akan menimbulkan resistensi insulin, yaitu suatu kesalahan dalam cara tubuh memproses gula darah.

Jika anda mengalami masalah ini, gejala yang biasa terjadi yaitu mens tidak teratur, rambut yang tumbuh berlebihan di wilayah tubuh dan wajah, jerawat, kebotakan seperti pada pria, sulit hamil, dan pertambahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Akan tetapi, tidak semua yang mengidap sindrom ini memiliki masalah dengan berat badan.

Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu

Beberapa jenis obat seperti steroid, pil KB, dan antidepresan memiliki efek samping seperti bertambahnya berat badan. Hal ini disebabkan meningkatnya retensi air secara sementara. Coba anda amati, bila berat badan bertambah dalam beberapa bulan atau beberapa minggu setelah mulai mengkonsumsi obat-obatan baru, artinya obat-obatan itulah penyebabnya.

Sumber : AnneAhira