Angina atau Angin Duduk

Mungkin kita pernah mendengar kata-kata angina atau angin duduk, bagi masyarakat awam mereka menganggap angina sama seperti masuk angin biasa hanya saja bedanya angina ini bisa menyebabkan kematian bagi orang yang menderitanya. Disebut sebagai angin duduk atau angina karena orang yang mengalaminya dapat meninggal secara tiba-tiba. Mungkin pada saat duduk tiba-tiba orang tersebut meninggal.

Dalam istilah kedokteran tidak ada istilah angin duduk ini, yang ada angina pectoris yang ditandai dengan rasa nyeri pada dada sebelah kiri karena jantung kekurangan oksigen. Rasa nyeri ini biasanya berlangsung cukup lama bisa sampai 30 menit, dan rasa nyeri ini akan merambat ke bahu sampai ke lengan kiri si penderita. Rasa nyeri akibat kekurangan oksigen dapat terjadi karena dua penyebab. Yang pertama, karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di sekitar jantung yang membawa oksigen. Akibat dari penyempitan ini adalah kurangnya oksigen dari yang jumlah yang dibutuhkan. Penyebab kedua adalah adanya aktivitas berat yang mengakibatkan terjadinya lonjakan oksigen yang lebih daripada biasanya. Aktivitas yang dapat menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen misalnya saat berolahraga, mendaki, atau saat mengalami stress.

Ciri-ciri Angina

Gejala awal orang yang terkena angina biasanya pusing-pusing, mual dan kembung. Yang dialami penderita Angina Pectoris memang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya saja penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Kalau anda merasakan hal seperti itu, segeralah periksa ke dokter sebelum terlambat untuk ditangani.

Angina dapat menjadi peringatan bagi setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Memang tidak ada jaminan bahwa serangan jantung dapat dicegah, namun perawatan tersebut akan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung dalam waktu dekat.

Mencegah Angina

Sangat penting untuk memeriksakan tingkat kolesterol darah, kadar gula darah, dan juga tekanan darah Anda. Menjaga agar hal tersebut dalam batas yang normal menjadi hal yang penting untuk menghindari angina. Tekanan darah dapat menyebabkan serangan angina pectoris karena tekanan darah yang tinggi dapat membuat kebutuhan tubuh terhadap oksigen meningkat begitu juga dengan Kadar gula tinggi akan menghambat proses masuknya oksigen ke jantung. Sedangkan Kolesterol harus terus dipantau karena penyumbat yang umum ditemukan pada pembuluh darah adalah lemak atau plak kolesterol.

Mengatasi Angina

Setelah anda mengetahui semua tentang Angina dan gejalanya, tentunya anda sudah dapat mengira-ngira apakah anda salah satu yang menderita angina atau bukan. Jika anda termasuk salah satunya maka sebaiknya segera perbaiki pola hidup anda dan rutin memeriksakan diri ke dokter. Jika kondisinya dibiarkan tanpa perawatan, kemungkinan besar hal itu akan memicu serangan jantung yang sangat fatal.

Kebiasaan merokok, minum alkohol, tidak pernah berolahraga, makan makanan dengan kadar kolesterol tinggi, obesitas atau stres dapat menjadi pemicunya. Jadi mulai sekarang beralihlah ke pola hidup sehat, dan jangan lupa untuk berolahraga secara teratur dan jika anda pernah terkena serangan angina atau angin duduk atau pernah memiliki penyakit jantung sebaiknya pilih olahraga yang jangan terlalu berat.

Sumber : Kumpulan.info