Bahaya Gangguan Makan pada Anak

Gangguan makan umum dialami anak-anak sejak kecil hingga remaja. Berat badan anak cenderung di bawah normal, sehingga akan mengalami masalah kesehatan yang cukup berbahaya. Seperti mengalami gangguan  demam terus menerus hingga mengalami kerusakan jantung.

Anoreksia merupakan gangguan makan yang disebabkan oleh gangguan psikologis. Penderita akan mengontrol asupan kalorinya secara ekstrim. Hal inipun biasa dilakukan oleh anak-anak khususnya para remaja yang takut menjadi gemuk. Jenis gangguan makan ini sangatlah berbahaya, karena bisa menyebabkan kerusakan jantung, hati dan ginjal. Jika anoreksia terjadi pada seorang gadis bisa mengalami penundaan dan berhenti menstruasi.

Selain itu, anoreksia juga bisa menyebabkan denyut nadi, tekanan darah dan pernapasan jadi melemah. Bahkan kukunya juga bisa pecah-pecah dan rambut jadi mudah rontok. Anak-anak yang mengalami anoreksia umumnya akan menderita sakit kepala, pusing dan kesulitan kosentrasi. Mereka juga cenderung lebih murung dan rewel saat diberikan makan. Ia juga akan merasakan dingin sepanjang waktu meski cuaca terasa hangat. Pasalnya mereka tidak memiliki cukup lemak di dalam tubuhnya.

Lain lagi dengan bulimia atau kelainan cara makan. Bulimia menjadi masalah yang serius jika si kecil selalu menuntahkan makanannya saat diberikan pisang, tomat, buncis dan melon. Karena makanan ini mengandung kalium, serat dan vitamin. Jika asupan kalium dalam sehari sangat kurang, maka bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada jantung. Tidak hanya itu, gangguan makan yang cukup serius ini juga bisa jadi pemicu kerusakan gigi, ginjal dan sakit perut terus-menerus.

Sama seperti anak perempuan dengan anoreksia, anak perempuan dengan bulimia juga bisa mengalami berhenti menstruasi. Untuk mencegah gangguan makan ini para orang tua perlu sajikan menu makanan semenarik mungkin. Jenis makanannya juga harus berfariasi agar anak tidak mudah bosan.

Beberapa langkah yang dilakukan saat terjadi kesulitan makan pada anak, yang harus dilakukan adalah :

(1). Pastikan apakah betul anak mengalami kesulitan makan Cari penyebab kesulitan makanan pada anak
(2). Identifikasi adakah komplikasi yang terjadi
(3). Pemberian pengobatan terhadap penyebab
(4). Bila penyebabnya gangguan saluran cerna (seperti alergi, intoleransi atau coeliac), hindari makanan tertentu yang menjadi penyebab gangguan.

Sumber : detik