Kendalikan Diabetes dengan Yoga

Atasi gejala diabetes dengan pose simple dari yoga.

Anda memiliki diabetes? Jika iya, Anda pasti setuju jika ada yang mengatakan, kebanyakan pengidap  diabetes tidak  hanya berkutat menghadapi penyakitnya saja tapi juga harus melawan bobot badan berlebih, kelelahan, dan  bahaya komplikasi penyakit yang lain. Membiarkan diabetes tidak diobati, akan memicu terjadinya kebutaan, kerusakan sistem jaringan, dan penyakit jantung.

Meski tidak ada obat yang bisa benar-benar menyembuhkan penyakit ini, namun banyak pengidap diabetes merasa terbantu ketika mereka memasukkan yoga dalam rutinitas mereka.

Yoga yang memfokuskan pada pernapasan dan gerakan, mampu meningkatkan sirkulasi darah. Yoga menjadi salah satu latihan yang bisa mengatur seluruh bagian tubuh untuk bergerak seiring dengan pernapasan, mengalirkan darah ke bagian-bagian tubuh yang mungkin jarang kita gunakan dalam keseharian. Walaupun idealnya kita harus berlatih setiap hari, namun kita tidak perlu stres atau tertekan dengan jadwal latihan yang diharuskan. Cukup masukkan 2 gerakan berikut ini ke dalam rutinitas harian kita, dan cari waktu yang paling nyaman untuk melakukannya, seperti saat si kecil mengerjakan perkerjaan rumah atau sebelum tidur.

Note : pose ini harus dipelajari terlebih dahulu atas pengawasan instruktur.

Shoulder Stand, modified Reclining Twist with Ocean Breath
“Melalui gerakan terbalik, seperti shoulder stand, kita bisa fokus untuk menstimulasi kerja thyroid yang berkaitan dengan dengan pertambahan berat badan dan retensi air yang biasa dialami banyak pengidap  diabetes,” jelas Jasmine Lieb, instruktur terapeutic yoga di YogaWorks, Los Angeles. Orang yang terkena diabetes akan lebih rentan terkena kelainan thyroid dibanding yang lain. Ketika kaki diangkat dan terletak di atas jantung, maka darah akan turun hingga lengkungan leher, dimana kelenjar thyroidberada. Pernapasan adalah kunci utama dalam setiap gerakan yoga. “Mengarahkan udara dengan pose ini, akan membuat otot diafragma membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi ke dalam darah dibandingkan dengan pernapasan normal,” tutur Lieb. Gerakan ini akan meningkatkan sirkulasi pankreas, yang berfungsi membantu tubuh dalam mencerna gula.
Cara :

  1. Berbaring di lantai dengan lutut ditekuk 90 derajat, dan telapak kaki rata dengan dinding.
  2. Apabila punggung bagian bawah terasa tidak nyaman, coba luruskan kedua kaki dan angkat tulang panggul kita. Letakan tangan dengan jari mengarah ke kaki pada punggung bagian bawah sebagai penyokong.
  3. Angkat tulang belikat menjauh dari telinga saat kita meluruskan kaki, dan tekan kaki ke dinding. Kita bisa menahan pose ini selama kita nyaman.
  4. Secara perlahan, angkat tulang panggul dan tahan beberapa tarikan napas sebelum kita turunkan kembali ke lantai. Lalu angkat kembali. Ulangi selama 2-5 menit.

Cara :

  1. Tutup mulut dan ambil tarikan napas yang panjang melalui hidung. Lalu bawa udara melalui tenggorokan, sambil membuang napas melalui hidung.
  2. Setelah kita melakukan satu kali pernapasan, berbaring pada punggung, panjangkan tangan lurus ke arah luar tubuh. Tarik napas.
  3. Kemudian buang napas secara perlahan, letakkan paha kiri di atas paha kanan dan kedua lutut ke kanan. Tahan pose ini dan lanjutkan bernapas hingga 5-10 kali. Tergantung tingkat kenyamanan kita, baru ganti arah ke kiri dan ulangi. (Sumber: Prevention Indonesia)

.