Manfaat Pare Untuk Kanker

Momordica charantia merupakan nama latin buah pare atau bitter melon. Buah yang banyak tumbuh di Asia, Afrika, dan Karibia ini memiliki rasa paling pahit diantara buah-buahan lain yang ada di dunia. Biasanya diolah dengan cara ditumis atau diambil jusnya.

Karena rasanya pahit dan getir maka banyak orang tidak menyukainya. Dibalik rasanya yang pahit, pare ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti mengobati malaria dan diabetes. Pare juga berkhasiat membatasi kemampuan sel kanker pankreas untuk memetabolisme glukosa, sehingga mengurangi energi sel dan akhirnya membunuh sel-sel kanker ini.

Jus pare bisa mempengaruhi jalur metabolisme glukosa untuk membatasi energi dan membunuh sel-sel kanker pankreas. Kanker pankreas biasanya ditandai dengan penyakit diabetes terlebih dahulu. Jus pare pun telah terbukti bisa menyembuhkan diabetes tipe 2 dan telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan di China dan India. Agarwal dan rekan-rekannya memutuskan untuk meneliti hubungan langsung antara pare dengan kanker pankreas.

Penelitian menunjukkan adanya perubahan dalam metabolisme sel kanker pankreas dan aktivasi protein kinase AMP-activated, yaitu sebuah enzim yang menunjukkan tingkat energi rendah dalam sel.

Pare juga berfungsi mengatur sekresi insulin oleh sel beta pankreas. Tikus yang mengalami kanker pankreas pun dijadikan objek penelitian dan diberi makan jus pare. Hasilnya, tikus yang diberi makan jus pare memiliki kemungkinan 60 persen lebih kecil mengalami perkembangan sel kanker pankreas.

Buah pare juga dapat meredakan panas dalam, menurunkan kadar gula darah, mengatasi sembelit, serta anti HIV-AIDS. Selain buah nya yang berkhasiat, daun pare juga dapat menyembuhkan cacingan, demam, obat bisul, dan menyuburkan rambut. Akar pare pun berkhasiat untuk menyembuhkan disentri dan wasir. Jadi, jangan memvonis suatu buah hanya dari rasanya.