Ikan Aligator di Perairan Waduk Jatiluhur

Beberapa hari lalu warga kampung Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta dikejutkan dengan tertangkapnya seekor ikan aneh di perairan Waduk Jatiluhur yang terperangkap dalam jaring ikan milik […]

Beberapa hari lalu warga kampung Galumpit, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta dikejutkan dengan tertangkapnya seekor ikan aneh di perairan Waduk Jatiluhur yang terperangkap dalam jaring ikan milik seorang nelayan. Ikan tersebut memiliki kepala mirip dengan buaya, ukurannya juga cukup besar.

Para warga desa menyebutnya dengan sebutan “Ikan Setan” karena berdasarkan penampakan ikan yang menyeramkan. Kulitnya bersisik seperti ular dan warna badannya abu-abu, selain itu yang paling meyeramkan adalah gigi-gigi tajam yang dimilikinya meskipun berukuran kecil. Julukan “Ikan Setan” itu karena warga banyak yang belum mengetahui bahwa ikan ini adalah jenis Ikan Aligator dan termasuk salahsatu jenis ikan langka.

Ikan Aligator yang ditemukan warga tersebut memiliki panjang sekitar 1 meter dan berat 10 kg. Menurut Kepala Desa Galumpit, Eman, Jum’at (21/09) waktu setempat, ” Warga takut melihat ikan tersebut pada saat baru ditemukan, karena kepalanya mirip dengan buaya dan memiliki gigi yang tajam”.

Lebih lanjut dia mengatakan, ikan tersebut pertama kali ditemukan oleh warganya yang bernama Dede dari Kecamatan Maniis yang kesehariannya mencari ikan di sungai Galumpit. Dede menemukan ikan itu terperangkap dalam jaring apungnya dan sulit terlepas. Bukan cuma satu, dia bahkan menemukan tiga jenis ikan yang sama dengan ukuran yang tidak jauh berbeda.

Karena takut melepaskan ikan-ikan langka itu sendirian, Dede kemudian meminta bantuan warga sekitar. Ketiga ikan itu akhirnya berhasil dibawa ke darat lalu dimasukkan ke dalam wadah besar. Tak lama berselang, warga sekitar ramai berdatangan untuk melihat ikan yang menggegerkan itu.

Setelah diteliti, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta, Heri Herawan mengatakan, ikan bernama latin Lepisus peus yang diperkirakan berumur dua tahun,  ikan Lepisus peus atau Aligator ini memiliki habitat asli di Amerika Tengah dan Amerika Latin tepatnya di Sungai Amazon.

Jentik-jentik ikan tersebut diperkirakan terbawa hanyut hingga ke perairan nusantara sehingga tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Heri, ikan tersebut termasuk kategori ikan omnivora yakni pemakan daging dan tumbuhan tetapi lebih cenderung karnivora atau pemakan daging.

“Meski bukan termasuk dalam daftar ikan yang dilarang masuk ke Indonesia, tetapi ikan ini tidak boleh dikembangbiakan karena berpotensi membahayakan,” ujarnya

Sumber : PikiranRakyat

Artikel Terkait: