Sanghyang, Destinasi Mancing Favorit

Pulau yang terletak di Selat Sunda ini memang destinasi mancing favorit sejak dulu. Terutama bagi pemancing Jakarta, Anyer dan sekitarnya. Tempatnya tidak jauh. Pemancing dari […]

Pulau yang terletak di Selat Sunda ini memang destinasi mancing favorit sejak dulu. Terutama bagi pemancing Jakarta, Anyer dan sekitarnya. Tempatnya tidak jauh. Pemancing dari Jakarta istilahnya tinggal injak gas lewat tol, tak sampai dua jam sudah bisa sampai di Merak. Dari sana tinggal sewa kapal. Dua jam kemudian sudah bisa popping ataupun ngoncer di sekitaran pulau. Apalagi jika trip dimulai dari Paku, Anyer, waktu perjalanan di kapal bisa lebih singkat.

Waktu perjalanan darat yang tidak terlalu lama untuk menuju dermaga tentu menjadi nilai plus bagi banyak pemancing. Selain badan jadi tidak terlalu lelah, hemat bensin, waktu untuk mancing jadi bisa lebih lama. Spot mancing yang tidak terlalu jauh dari daratan juga bisa dipakai menekan biaya bahan bakar. Biaya mancing menjadi lebih murah dan waktu mancing juga jadi lebih panjang. Bagi pemancing dari kota yang jauh seperti Tegal ataupun Bandung, Sanghyang juga menjadi favorit dibandingkan Kepulauan Seribu atau pun daerah-daerah di Selatan.

Untuk ke Sanghyang, biaya sewa kapal memang terbilang murah. Dengan biaya yang tidak begitu mahal  kita sudah bisa menyewa kapal untuk mancing di sini. Bandingkan misalnya kalau kita ingin ke Binuangeun, Ujung Kulon, ataupun Pelabuhan Ratu yang selain jauh dan jalannya juga berliku biaya trip juga perlu uang yang banyak.

Pulau Sanghyang memang ibarat surga mancing. Karena selain murah ikan di perairan ini masih banyak. Berbagai jenis kuwe, kerapu, dan salem bisa dipancing di sini. Ukurannya pun beragam. Dari satu hingga belasan kilo. Inilah yang terus menyedot kedatangan pemancing hingga hari ini.

Karena kelebihan-kelebihan seperti itulah Pulau Sanghyang juga jadi pilihan¬† penyelenggara turnamen mancing beberapa tahun terakhir ini. Selain pertimbangan ‘kandungan’ ikan, apalagi kalau bukan biaya turnamen yang relatif bisa ditekan. Peserta senang, penyelenggara pun senang karena turnamennya dihadiri ratusan peserta.

Wajah Sanghyang

Karakter arus di perairan ini, seperti umumnya selat, relatif deras. Bahkan jika sedang deras-derasnya akan seperti aliran sungai dan mampu menghanyutkan pemberat J8! Meski begitu penggemar mancing dasar tetap tidak kapok datang karena dapat dikatakan selalu ada jaminan mereka akan dapat tenggiri, kerapu, lencam, wakung, kakaktua, babel, dll.

Tepian Pulau Sanghyang terutama sisi Barat dan Selatan terjal dan dalam sehingga ombak yang tercipta sangat dinamis. GT suka tempat seperti ini. Maka tak heran dari sekian banyak trip mancing seringnya selalu dengan hasil GT berukuran variatif dari 5 hingga 20 kg. Tidak terlalu besar memang, tetapi bayangkan betapa nikmatnya fight memakai piranti kelas menengah. Spot paling populer di tepian Sanghyang ini adalah Kedondong.

Tanjung Bajau

Melihat tampilannya spot yang berada di sisi Utara pulau terlihat sangat cocok untuk kasting. Pantainya agak dangkal dan jernih dengan struktur dasar karang dan pasir. Tetapi karena arus yang deras, ‘titik’ yang paling oke adalah di sisi Barat tanjung yang dekat dengan spot Kedondong karena arus di sini agak berkurang dan juga ada semacam muara kecil. Cuma karena saking dangkalnya hanya sampan dan boat kecil yang dianjurkan masuk ke spot ini.

Dermaga Sanghyang

Ini adalah spot favorit garongers. Baronang tompel, batik, susu (lingkis), dan jalu bisa dipanen di sini. Spot kedua ada di sekitar tubiran pulau dimana ngegarong harus dilakukan dari atas kapal, kebanyakan berisi baronang jalu.

Karang Tungku

Ini adalah spot primadona di sini. Berada di sebelah Utara Pulau Sanghyang. Spot ini selalu menjadi ‘halte’ pertama hampir semua trip mancing di perairan ini, terutama para penggila popping. Selain karena ingin cepat-cepat strike, juga karena faktor cepet-cepetan dapat lapak mancing. Maklum jika 3-4 kapal sudah nongkrong di sini kasting jadi agak sulit dilakukan. Biasanya kalau sudah begitu pecinta popping akan beringsut ke spot Kedongdong, spot popping yang berada di sisi Barat Laut Pulau Sanghyang. Di sini kuncen utama adalah GT. Meski begitu spot ini juga potensial berisi salem dan tuna dan ikan-ikan dasar.

Karang Tempurung

Tidak jauh dari Pelabuhan Merak, persis di jalur kapal penyeberangan Merak-Bakauheuni. Karang Tempurung adalah pulau terjal yang sendiri di tengah laut. Di spot ini pemancing bisa mancing dasar dengan leluasa.

Menuju Pulau Sanghyang

Pulau Sanghyang terletak di Barat Daya Merak. Dari Dermaga Mabak belakang Wisma Pelangi Merak, tempat kapal-kapal pancing dan nelayan ditambatkan, bisa ditempuh dalam waktu 1-2 jam. Tergantung kapasitas mesin kapal. Dengan asumsi mesin kapal 22 PK misalnya, waktu tempuh sekitar 2 jam. Jika mesin kapal 100 PK, maksimal 1 jam. Disarankan anda berangkat dari Mabak sekitar subuh agar ketika pagi menjelang anda sudah bisa mancing di seputaran Pulau Sanghyang. Jika Anda berangkat dari Dermaga Paku di Anyer lama perjalanan di kapal malah bisa dipersingkat. Tak sampai satu jam Anda sudah akan sampai.

Merak sendiri sangat mudah dijangkau. Maklum, kota pelabuhan ini adalah pintu gerbang Jawa di ujung Timur. Dari Jakarta dan Bandung Anda tinggal melaju di jalan tol dalam hitungan 2 hingga 4 jam anda sudah akan tiba di sana. Jika Anda dari Sumatera, Merak bisa dijangkau dengan kapal penyeberangan.

Sumber : mancingonline

Artikel Terkait: