Belajar Mancing Ikan Mas

Memancing ikan mas merupakan salah satu kegiatan yang digemari para pemancing, terutama pemancing air tawar. Memancing ikan mas juga kerap menjadi ajang kompetisi bagi para […]

Memancing ikan mas merupakan salah satu kegiatan yang digemari para pemancing, terutama pemancing air tawar. Memancing ikan mas juga kerap menjadi ajang kompetisi bagi para pemancing. Berikut ini beberapa hal penting yang patut dipelajari ketika hendak memancing ikan mas, mulai dari peralatan mancing yang digunakan, umpan, sampai teknik memancing.

Karakter Ikan Mas
Sebelum mancing ikan mas, akan lebih baik jika kita memahami dulu karakter ikan mas. Ikan mas hidup di air tawar, walau terkadang hidup juga di air payau. Bersikap rakus pemakan segala (sayuran, lumut, serangga, cacing, dsb). Ikan Mas hidupnya suka bergerombol dan suka di air yang mengalir. Oleh sebab itu kalau mau mancing ikan Mas lebih baik dekat lokasi tempat masuknya air. Ikan mas mempunyai kebiasaan suka mencari makan di dasar kolam, sehingga sering terlihat gelembung-gelembung yang bergerak dari bawah ke atas dan tampak di permukaan air.

Mengenal alat Memancing
Sebelum pergi memancing ada baiknya kita mengenal dulu alat-alat yang perlu disediakan untuk kita memancing, dalam satu rangkaian pancingan yang siap digunakan untuk memancing terdiri dari, Joran, Reel beserta benangnya, Pelampung, Stopper Pelampung, Mata kail. Sedangkan aksesoris tambahan berupa standard, serokan, wadah umpan, dan sebagainya.

- Joran : Alat ini adalah alat yang paling penting dalam memancing, fungsinya sebagai pelontar pancingan ke kolam. Jenis joran yang biasa digunakan terdiri dari 2 macam yaitu joran antenna dan joran sambung. Pemilihan kelenturan dan kakuknya joran itu disesuakan dengan keinginan masing-masing pemancing, ada baiknya sewaktu kita membeli joran kita coba-coba dulu mana yang enak menurut kita.

- Reel : Alat ini merupakan inovasi dari alat penggulung manual dan bagiannya terdiri dari:

  • Pemutar : bagian ini merupakan gagang pemutar untuk menggulung benang terdapat di bagian samping, tempatnya bisa disesuaikan di samping kanan atau samping kiri.
  • Kunci : Fungsi dari bagian ini untuk mengunci agar benang terkunci atau sebaliknya, biasanya ini terdapat di bagian belakang atau di beberapa merk reel terdapat di bagian bawah.
  • Kawat pembuka : ini berfunsi untuk mengatur gulungan benang dan mengeluarkan benang dari gulungan pada saat melontar pancingan.

- Benang/Senar : Untuk memilih benang/senar yang bagus usahakan yang lentur dan kuat juga tidak terlalu banyak mengandung lilin agar benang tidak mengambang diatas air.

- Pelampung : Pelampung ini berfungsi untuk mendeteksi bahwa pancingan di makan ikan, banyak sekali bentuk dan warna pelampung ini bisa kita pilih sesuai dengan keinginan pemancing, biasanya warna pelapung ini berwarna cerah agar lebih mudah kita mendeteksi bahwa pelampung dimakan ikan.

- Stopper Pelampung : Stopper pelapung berbentuk karet yang dipasang pada benang, biasanya dalam satu rangkaian pancingan dipasang 2 stopper mengapit pelampung. Fungsi dari stopper atas yaitu untuk mengukur kedalaman air sedangkan stopper bawah untuk mengganjal pelampung agar tidak terlalu turun. Semakin tinggi stopper atas ini menandakan kedalaman air semakin dalam dan begitupun sebaliknya.

- Mata Kail : Meskipun kecil tentunya bagian ini adalah bagian yang paling penting dari semua alat yang ada dalam satu rangkaian pancingan, karena dengan mata kail inilah kita bisa menangkap ikan. Dalam satu rangkaian pancingan biasanya terdiri dari 2 mata kail, 3 mata kail bahkan lebih.

Umpan
Sepertinya kita belum bisa disebut memancing kalau kita memancing tanpa umpan, dan umpan itu sendiri berupa makanan yang biasa dimakan ikan yang ditempatkan pada mata kail. Banyak sekali ramuan umpan yang bisa kita gunakan untuk memancing baik itu umpan jadi yang sudah diolah dan dapat kita beli di toko pancing atau toko kue ataupun kita meramu sendiri.

Mengukur Kedalaman air
Sebelum kita turunkan pancing ada baiknya kita ukur kedalam air dengan menggunakan pancingan kita untuk menyesuaikan ketinggian stopper pelampung

  • Lepaskan pancingan kita kedalam air dengan membuka kawat pembuka di bagian reel.
  • Jika pelampung tenggelam berarti stopper atas kita terlalu pendek geser stopper atas kita lebih ke atas, kemudian coba lagi sampai pelampungnya mengambang dan berdiri lurus.

Cara Melontar/Melempar Pancingan
Untuk melempar pancingan yang telah siap kebagian tengah kolam ataupun suatu tempat yang kita tuju berikut langkah-langkahnya.

  • Pastikan Umpan sudah terpasang baik di mata kail.
  • Pastikan pula dibelakang kita tidak ada orang, karena ini berbahaya sekali.
  • Tentukan satu titik tujuan kemana kita akan melemparkan umpan kita.
  • Pegang joran bagian bawah (handle), tempatkan telunjuk kanan kita di bagian pangkal (bagian T) antar joran dan reel.
  • Perkirakan jarak antara ujung joran atas dengan pelampung antara 1 sampai 1,5 meter, tergantung dengan panjang atau pendeknya joran.
  • Selipkan Benang di antara telunjuk dan joran.
  • Buka kawat penutup pada reel.
  • Ayun pancingan kita ke arah belakang kemudian sesaat langsung hentakan kedepan.
  • Pada saat menghentak ke depan telunjuk kanan kita dibuka agar benang terlontar ke depan.
  • Tutup kembali kawan penutup reel dan usahakan agar benang tenggelam kedalam air.

Indikasi Pancingan dimakan Ikan
Pada bagian ini pemancing diuji kesabarannya, pemancing dituntuk untuk melihat pelampung apakah pancingan kita dimakan atau tidak. Terkadang faktor angin dan hujan menentukan juga. Pada saat cuaca cerah pemancing dengan mudah melihat getaran yang ada dipelampung. Namun pada saat ada angin atau hujan pemancing perlu lebih teliti.Untuk membedakannya biasanya kalau getaran yang disebabkan oleh angin, gelombang air ataupun hujan getaran yang terjadi dipelampung teratur, namun kalau getaran yang disebabkan oleh ikan biasanya getarannya datang secara mendadak atau spontan, kadang-kadang ikan akan membawa kail ke dalam air sehingga pelampung tidak terlihat di permukaan air.

Menghentak Pancingan
Pada saat kita melihat indikasi bahwa pancingan kita dimakan ikan, sesegera mungkin pancingan/joran kita hentakan kebelakang dan usahakan dengan memakai sedikit tenaga agar mata kail menempel pada mulut ikan. Cara melecutkan joran tersebut seperti halnya kita melempar kedepan namun ke arah yang berlawanan.

Menarik Ikan
Seni dalam memancing mungkin ada pada tahap ini, apalagi pada saat pemancing menarik ikan yang ukurannya lebih dari 1kg di sini dibutuhkan keterampilan dalam menaklukan ikan tersebut. Adapun proses ini terjadi pada saat setelah ikan menghentak pancingan dan kita rasa ikan mengena pada kail kita, kita mulai menarik ikan tersebut, putar terus reel kita, ayunkan joran ke arah berlawanan ikan bergerak agar pancingan kita tidak kusut dengan pancingan yang lain, usahakan agar tali pancing tidak kendor yang memungkinkan ikan terlepas dari pancingan. Setelah ikan sampai dipinggi dengan jarak antar ikan dan ujung joran kira-kira 1 meter angkat ikan tersebut keatas, sedangkan untuk ikan yang lebih dari 1kg kita bisa menggunakan bantuan serokan.

Artikel Terkait: