Jenis Umpan Untuk Mancing Lele

Ikan lele merupakan ikan sungai yang sangat menarik. Umumnya mempunyai kumis dan senjata ampuh (sebenarnya merupakan sirip pembantu) yang bisa melukai tangan orang yang memegangnya […]

Ikan lele merupakan ikan sungai yang sangat menarik. Umumnya mempunyai kumis dan senjata ampuh (sebenarnya merupakan sirip pembantu) yang bisa melukai tangan orang yang memegangnya jika tidak hati-hati. Ikan lele hidup disebagian perairan sungai di Indonesia. Gerakannya lincah. Ikan sungai ini menyukai hidup menggerombol, dan perkembangbiakannya lumayan sangat cepat. Bahkan bisa dijadikan bisnis usaha yang menggiurkan.

Ikan sungai yang berkumis ini pun terkadang bisa ditemui di sejumlah empang atau sawah yang cukup banyak airnya. Gerakannya yang sangat gesit dan meliuk membuat penasaran banyak para pemancing untuk mendapatkannya. Sekarang ini juga banyak diadakan lomba-lomba mancing ikan lele. Lele memiliki protein yang cukup tinggi, itu sebabnya saat ini lele sudah banyak dibudidayakan untuk keperluan konsumsi.

Ikan lele hidup di sungai dengan arus air yang pelan, rawa, telaga, waduk, kolam, juga sawah yang tergenang air. Ikan ini tidak suka pada air yang terlalu dalam. Bahkan ikan lele dapat hidup pada air yang tercemar, misalnya di got-got dan selokan pembuangan. Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele sembunyi dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele berkembang biak pada musim hujan.

Ada bermacam jenis umpan untuk ikan lele, di antaranya :

1. Cacing
Umpan cacing adalah umpan yang paling umum, untuk ikan lele cacing yang digemari adalah cacing sawah (cacing merah dan cacing cobra). Untuk cacing tanah yang disukai cacing lur (cacing agak putih kemerahan, seperti ada cincin di leher). Untuk pemasangan di mata kail usahakan berbentuk menggerombol, dapat berisi 2 – 5 cacing dalam 1 mata kail.
Lokasi : kolam dan sungai

2. Jangkrik dan orong-orong
Ini juga termasuk umpan yang ampuh untuk ikan lele, jenis umpan ini hampir sama. Tapi orong-orong cenderung lebih ganas. Cara pemasangan: kepala dan kaki dibuang, tancapkan mata kail melalui leher, ujung belakang (pantat) disobek sedikit kemudian badan jangkrik/orong-orong ditekan sehingga bagian dalam perut keluar sedikit. Bila suhu air dingin/di malam hari bisa dibakar sedikit untuk mengeluarkan aroma.
Lokasi: kolam dan sungai

3. Ikan kecil (ikan cemplon/gathul)
Umpan ini cenderung akan dimakan ikan lele yang besar
Lokasi: kolam dan sungai

4. Katak kecil
Umpan ini cenderung akan dimakan ikan lele yang besar
Lokasi: sungai

5. Daging ayam
Umpan ini baik untuk di gunakan saat lomba, ikan yang baru dari tandon cenderung menyukai umpan ini. Caranya daging ayam di kukus, kemudian disobek kecil-kecil dan memanjang. Pasang mata kail pada bagian tengah memanjang sobekan daging ayam, isi 3 – 5 sobekan. Untuk hasil maksimal celupkan dulu ke dalam kuning telur bebek yang di aduk sebelum dilempar ke air.
Lokasi: kolam.

6. Usus ayam
Caranya pasang umpan pada mata kail dengan cara digulung-gulung sampai seluruh mata kail tertutup oleh umpan. Untuk hasil maksimal rendam usus dengan minyak ikan.
Lokasi: kolam.

7. Umpan Racikan
Biasanya pemancing memiliki umpan racikan khusus untuk memancing ikan lele. Unsur-unsur campuran bahan umpan racikan ini beragam sesuai kreasi masing-masing pemancing.

Artikel Terkait: