Tips Mancing Galatama : Meningkatkan Kepekaan Gigitan Ikan mas

Ada banyak faktor yang mempengaruhi sukses atau tidaknya dalam memancing, terutama dalam suatu perlombaan mancing. Selain persiapan yang matang mulai dari piranti yang dipakai, umpan […]

Ada banyak faktor yang mempengaruhi sukses atau tidaknya dalam memancing, terutama dalam suatu perlombaan mancing. Selain persiapan yang matang mulai dari piranti yang dipakai, umpan yang digunakan dan juga satu lagi yang tidak bisa dipungkiri Hoki si pemancing, Betul tidak? Tapi di luar dari faktor-faktor yang disebutkan tadi, kami coba berikan beberapa tips yang mungkin bisa menjadi masukan buat para anglers saat mengikuti lomba mancing galatama ikan mas nanti.

Untuk meningkatkan kepekaan gigitan ikan mas ada beberapa hal yang bisa dilakukan; Gunakan kenur yang memiliki diameter kecil dan juga memiliki kekuatan yang cukup besar karena biasanya ikan mas super lebih sensitif. Diameter yang kecil meningkatkan kamuflase atau dengan kata lain meminimalkan bayangan tali yang dapat terlihat ikan.

Selain itu, untuk meningkatkan kepekaan terhadap sambaran atau gigitan ikan. Gunakanlah jari telunjuk, sambil memegang joran sentuhlah tali yang keluar dari penggulung dengan telunjuk. Ikan yang gigitannya halus sekalipun akan dapat dirasakan jari anda.

Biasakanlah setelah melontar umpan untuk tidak segera mengencangkan tali. Tutup bail arm penggulung yang dibuka saat akan melontar tadi. Pegang dahulu joran atau dapat juga di taruh di tatakan joran. Perhatikan tali yang mengambang di air, gulung sedikit untuk meluruskan tali. Biarkan tali perlahan-lahan tenggelam mulai dari tempat yang jauh.

Sesaat setelah melontar tadi adalah awal waktu untuk memperhatikan tali tersebut, karena sering sekali ikan mas di empang galatama menyambar umpan yang baru terjatuh memecah air. Lihat gerakan tali yang maju secara perlahan atau cepat, gerakannya seperti ular atau kereta yang bergerak maju, inilah saat yang tepat untuk strike (menggentak joran).

Pernahkah anda melihat seorang pemancing yang sedang mengketuk-ketuk gagang dari joran yang bersandar di cagaknya. Tindakan menggedor joran ini bukan tanpa sebab, bukan juga karena pemancing sedang stres karena tidak ditarik ikan. Ketukan pada batang joran akan mengirimkan getaran-getaran lewat tali langsung menuju umpan. Seandainya joran didiamkan saja, lalu ada ikan mas yang secara halus menyedot umpan namun segera memuntahkannya kembali karena menyadari umpan tersebut memiliki beban akibat pemberat atau tali.

Maka apabila pemancingnya saat itu aktif menggedor joran maka ikan yang sedang menyedot umpan itu akan dikagetkan oleh getaran yang diterimanya hingga membuat ikan tersebut lari menjauh sambil berusaha memuntahkan umpan dan gerak larinya ikan justru membuat kail tertancap dengan sendirinya di mulut ikan.

Jangan abaikan gelembung-gelembung udara atau rembesan yang berputar-putar di sekitar dinding kolam bagian dek atau tidak jauh di depan lapak. Memang tak dapat dipastikan apakah itu ikan mas atau ikan mas yang berukuran super, namun tak ada salahnya dicoba. Umpan bom sebaiknya jangan ditempelkan ke rangkaian, cukup taburkan ke arah rembesan tadi. Gunakan umpan yang kecil saja, kalau bisa turunkan umpan secara perlahan agar tak mengagetkan ikan. Setelan drag harap dikurangi. Miringkan joran atau perkecil sudut yang dihasilkan tali dan batas kolam sehingga arah tali menjadi miring atau tidak tegak lurus, sabarlah karena ikan tidak segera memakan umpan.

Gerakan-gerakan kecil ujung joran yang menukik ke air menandakan keberadaan ikan. Jangan digentak dulu kecuali bila benar-benar yakin, karena gerakan yang tadi itu akibat tali yang tersenggol ikan atau sedang menggoser atau membersihkan dasar kolam dengan sirip dan bagian bawah badannya. Gantilah bila beberapa saat umpan tak dimakan. Kesabaran akan berhasil bila tiba-tiba ujung joran menukik deras atau ril yang menjerit karena tali dilarikan ikan.

Sumber : Galapancing

Artikel Terkait: