5 Jenis Cacing Untuk Umpan Mancing

Ragam Cacing Untuk Umpan Mancing Cacing merupakan umpan mancing air tawar yang populer, karena hampir semua ikan air tawar menyukai umpan ini. Setidaknya dikenal 5 […]

Ragam Cacing Untuk Umpan Mancing
Cacing merupakan umpan mancing air tawar yang populer, karena hampir semua ikan air tawar menyukai umpan ini. Setidaknya dikenal 5 jenis cacing untuk umpan dari sekitar 1500 jenis cacing di dunia. Cacing adalah kelompok hewan mollusca yang berbentuk gilig bersegmen dan suka hidup di tanah yang lembab. Berikut ini beberapa jenis cacing yang sering digunakan para pemancing untuk mancing air tawar diantaranya:

1. Cacing Kristal (lumbricus rabbelus)
Cacing ini biasa digunakan sebagai pakan ikan louhan, dan sering dijual dalam kantong plastik yang diberi media serbuk sagu dan tanah. Cacing kristal adalah kesukaan ikan-ikan bersisik seperti wader, tawes, lokas, jelawat, grass karp dan mujair. Ikan-ikan rawa juga senang dengan umpan ini diantaranya ikan sepat, betik, gurameh serta ikan oportunis yaitu ikan lele. Cacing ini dapat tumbuh sampai 10-15 cm dan berwarna merah-coklat gelap. Ukuran kail yang digunakan disesuaikan dengan ukuran cacing, biasanya sekitar nomor 3-8. Untuk mancing wader, mania biasanya memakai kail nomor 1-3, tentu dengan memilih cacing yang masih kecil.

2. Cacing Merah (lumbricus sp)
Sesuai dengan namanya cacing ini berwarna merah darah, gerakan lincah sehingga sulit untuk ditancapkan pada kail. Biasanya hidup di tumpukan sampah atau pelepah daun pisang, dapat mencapai ukuran 10 cm panjangnya. Cocok untuk memancing ikan-ikan kecil seperti wader, lokas, kepras, nilem, ndaringan, keting, dan mujair. Kail yang dipakai biasanya nomor 1-5.

3. Cacing Bayam (eisenia sp)
Cacing ini biasa hidup di sayuran yang membusuk sehingga sering disebut cacing bayam. Dapat tumbuh sampai 40 cm panjangnya dan warnanya merah pucat. Cacing ini disukai oleh ikan gabus, betutu, jambal, baung dan lele. Karena cacing ini termasuk besar maka mata kail yang digunakan juga agak besar biasanya berukuran 5-12. Kelemahan cacing ini mudah mati bila dipakai umpan, sehingga harus sering diganti supaya menarik perhatian ikan untuk memakannya karena masih bergerak-gerak.

4. Cacing Tanah (lumbricus terestris)
Cacing ini di daerah jawa disebut cacing uker, karena biasanya akan melengkung atau mlungker (bahasa jawa) bila dipegang. Cacing ini mempunyai segmen-segmen yang jelas, warna hitam gelap sampai abu-abu, hidup di tanah membuat liang mempunyai diameter batang tubuh yang paling besar diantara cacing lainnya sehingga sangat cocok untuk umpan ikan-ikan besar seperti ikan jambal, baung, lele, betutu, patin, belida, lais, toman dan gabus. Kail yang dipakai biasanya nomor 5-12.

5. Cacing Fosfor (lumbricus sp)
Cacing yang paling dicari bagi para mania air tawar karena hampir disukai oleh semua ikan. Ciri khas cacing ini adalah warna tubuhnya merah kecoklatan serta ada kilauan warna fosfor sehingga disebut cacing fosfor. Cacing ini termasuk lincah gerakannya sehingga sampai 1 jam ditancap kail dan direndam dalam air masih terlihat bergerak-gerak sehingga menarik ikan untuk memangsanya. Cacing jenis inilah yang sering dibudidayakan untuk digunakan sebagai bahan baku obat. Cacing ini dapat berukuran sampai 30 cm. Ukuran kail disesuaikan dengan besarnya cacing.


Artikel Terkait: