Penyebaran Bibit Ikan : Hutan Kota Srengseng

Tanggal  : 15 Februari 2008
Lokasi  : Hutan Kota Srengseng

Hutan Kota Srengseng merupakan salah satu hutan kota buatan yang dibuat sebagai paru-paru ibu kota Jakarta. Kawasan  Hutan Kota Srengseng seluas 15 hektar itu  semula menjadi tempat pembuangan akhir sampah  (TPA) dan pengolahan sampah dengan sistem Sanitari Landfill (sistem, gali uruk) yang diresmikan Gubernur R.Suprapto tahun 1983. Dalam perkembangannya lokasi itu tidak sesuai lagi dengan lingkungan permukiman sekitarnya hingga akhirnya  pada  1993, Gubernur DKI Jakarta menutup TPA itu  dan menjadikannya kawasan Hutan Kota satu-satunya di DKI Jakarta.

Di Hutan Kota Srengseng terdapat berbagai jenis tanaman, terutama tanaman-tanaman asli Jakarta yang sebagian besar sudah sulit ditemukan. Sebut saja rambutan Jakarta, kecapi, jamblang, menteng, dan gondangdia. Di tempat ini pohon tersebut tumbuh subur. Bagi yang gemar tanaman hias, pengelola Hutan Kota Srengseng juga menyediakan berbagai jenis tanaman hias yang bisa dibawa pulang. Tentunya dengan cara membeli.

Sebuah danau buatan seluas 7.000 meter dengan pulau di tengahnya dibuat sedemikian rupa, sehingga menambah asri kawasan Hutan Kota Srengseng. Pada awal pembuatan danau ini, belum banyak ikan yang ada di danau tersebut. IFT yang merupakan sebuah institusi tempat berkumpulnya komunitas pemancing di Indonesia berinisiatif untuk lebih mendaya gunakan danau tersebut dengan menyebarkan bibit ikan.

IFT yang diwakili oleh Poernomo dan Anjas melepaskan bibit ikan dengan disaksikan oleh pengelola Hutan Kota Srengseng. Penyebaran bibit ikan ini sebagai wujud kepedulian IFT bersama komunitas pemancing di Indonesia terhadap kelestarian ekosistem perairan. Tentunya dengan harapan danau tersebut menjadi alternatif tempat mancing bagi warga sekitar yang ingin merasakan mancing di lapangan terbuka yang sejuk dan nyaman..