Site Spotlight    NEWS
tfc baliho Ke Natuna, Dibantu Ombak Buritan
14 August 2008

ke natunaHambatan cuaca buruk selama di laut sudah berulang kali dirasakan para anggota tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara yang menumpang Kapal Motor Deklarasi Djuanda. Namun, perjalanan menuju Kepulauan Natuna awal pekan ini begitu lancar bahkan lebih cepat dari perkiraan.

Perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 14 jam ternyata hanya ditempuh sekitar 12 jam. Tim Kapal berangkat dari ujung pulau Matak, Kabupaten Anambas pukul 05.30 WIB dan tiba di pulau Semiun, pulau kecil terluar pertama di Kepulauan Natuna pukul 17.57 WIB.

Tim berangkat berangkat lebih pagi karena perkiraan sejauh 116 Mil. Namun ombak membantu perjalanan Tim Kapal. Ombak buritan mempersingkat perjalanan.

"Di perjalanan, ombak mendorong kapal dari belakang. Kecepatan kapal yang tadinya hanya 9,5 Knot, melonjak menjadi 10,80 Knot.” Ujar Haris Mulyadi, Ketua Tim, Setibanya di pulau Semiun. Haris mengatakan, perairan pulau Semiun sangat dangkal sehingga kapal sulit untuk mendarat. Selain itu, di pulau ini tidak terdapat dermaga. Tim memutuskan untuk lempar jangkar 50 Meter dari pantai.

Tim Kapal dipecah menjadi dua tim untuk melakukan pendataan di Kepulauan Natuna. Satu tim berangkat menuju pulau Tokongboro menggunakan KM Deklarasi Djuanda. Mereka terdiri dari Asrul Sani, Deni Sambas, dan Didi Sugandi. Sedangkan Haris Mulyadi dan Eko Nugroho bertahan di pulau Semiun. Hal ini dilakukan karena jarak antar pulau berjauhan.

Pulau Semiun merupakan pulau kecil terluar yang berada di Kepulauan Natuna. Luas pulau ini hanya 0,89 Km persegi. Pulau ini berbatasan dengan Malaysia dan Vietnam. Di pulau Semiun, Tim akan melakukan pendataan dan pemasangan prasasti pulau kecil terluar.

Sebelum di Natuna, tim ekspedisi telah sukses menyelesaikan pemasangan prasasti di pulau terluar Kepulauan Anambas. Mereka memasang prasasti di empat pulau terluar yakni Pulau Tokongmalangbiru, Damar, Mangkai, Tokongnanas, dan Tokongbelayar.

Pulau Tokongbelayar merupakan pulau terluar terakhir yang dijelajahi Tim di Kepulauan Anambas. Tokongbelayar adalah pulau tak berpenghuni yang hanya berupa batukarang. Secara administratif, pulau ini masuk ke Kabupaten Kepulauan Anambas. Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan kabupaten baru hasil pemekaran wilayah di Provinsi Kepulauan Riau.

Editor : IFT Post Source : Kompas
SHARE NEWS / REVIEW?
We always try to serve our visitors with interesting news, we adapt from various sources and sometimes we hunt the news ourselves. If you have news or review to share please contribute by sending the news or review to our site. Click here !
<< Back
 
   Search for ...
bullet  Fishing Articles
bullet  Merchant Partners
bullet  IFT Programs
bullet  About Us
bullet  Career @ IFT
bullet  Link Partners
bullet  Link to Us
bullet  Online Chat
bullet  Site Map
bullet  Back Office
bullet  Contact IFT