Museum Satria Mandala

Memasuki sebuah museum, bayangan kita langsung melompat ke masa lalu. Masa-masa yang sebagian generasi tidak pernah mengalaminya. Itulah fungsi sebuah museum, menyampaikan dan menginformasikan kepada generasi mendatang, bahwa peristiwa-peristiwa penting telah terjadi sebelum zamannya tiba. Ada satu tempat di mana anda bisa menyentuh rudal dan berfoto dengan pesawat perang kuno. Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Museum Satria Mandala adalah museum sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Memasuki ruang pertama melewati pintu kayu berwarna hitam mengkilap dengan ukiran. Koleksi yang pertama pengunjung jumpai adalah konsep teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung Karno. Kemudian memasuki lorong yang berisi diorama menggambarkan peristiwa dan perjuangan TNI, berjumlah 74 diorama. Setelah itu anda akan masuk ke ruagan jendral-jendral besar dan koleksinya. Diantaranya ruangan Jendral Sudirman, salah satu koleksinya tandu yang di pakai waktu memimpin Perang Gerilya. Dan koleksi terbaru ruangan jendaral adalah tentang H.M Soeharto, jendral besar dan mantan presiden RI ke-2 yang fenomenal.

Museum yang diresmikan pada tahun 1972 oleh mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Museum ini awalnya adalah rumah dari salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno, yaitu istrinya yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno. Dalam museum ini dapat ditemui berbagai koleksi peralatan perang di Indonesia, dari masa lampau sampai modern seperti koleksi ranjau, rudal, torpedo, tank, meriam bahkan helikopter dan pesawat terbang (satu diantaranya adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh Marsekal Udara Agustinus Adi Sucipto).

Masih dalam kompleks Museum TNI Satriamandala ini terdapat juga Museum Waspada Purbawisesa yang menampilkan diorama ketika TNI bersama-sama dengan rakyat menumpas gerombolan separatis DI/TII di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan pada ear tahun 1960-an. Fasilitas lainnya yang ada di Museum TNI Satriamandala ini antara lain adalah Taman Bacaan Anak, Kios Cinderamata, Kantin serta Gedung Serbaguna yang berkapasitas 600 kursi. Memasuki ruang bawah anda akan melihat koleksi senjata berat maupun ringan. Selain itu ada koleksi panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI.

Selain itu museum ini juga menyimpan berbagai berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan TNI seperti aneka senjata berat maupun ringan, atribut ketentaraan, panji-panji dan lambang-lambang di lingkungan TNI. Selain itu di museum ini dipamerkan juga tandu yang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soedirman saat beliau bergerilya dalam keadaan sakit melawan pendudukan kembali Belanda pada era 1940-an. Ada juga kendaraan perang seperti panser dan tank, ambulan, sedan yang pernah menjadi sasaran tembak dan mobil jeep milik Jendral Soedirman yang merupakan koleksi terbaru museum.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya”, demikian kata pepatah. Namun sangat jarang didapati masyarakat di Indonesia datang ke museum. Padahal kalau di luar negeri, museum ini merupakan tempat favorit yang dikunjungi warganya. Tapi di Indonesia, sepertinya hanya anak sekolahan saja yang datang ke museum, itupun karena kewajiban dari sekolah. Sebenarnya harga tiket masuk ke dalam museum di Indonesia sangat murah dan terjangkau untuk keluarga Indonesia.

Museum ini buka dari hari Selasa s/d Minggu jam 9 s/d jam 15.00.
Tlp : (021) 390 9148

(berbagai sumber)

Artikel Terkait: