Planetarium Jakarta

Untuk anda yang mau menikmati rekreasi di seputar Jakarta, planetarium dapat menjadi salah satu alternatif tempat tujuan anda. Tempat yang terletak di kompleks Taman Ismail […]

Untuk anda yang mau menikmati rekreasi di seputar Jakarta, planetarium dapat menjadi salah satu alternatif tempat tujuan anda. Tempat yang terletak di kompleks Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya 73 Jakarta Pusat ini merupakan tempat wisata sekaligus belajar perihal bintang dan angkasa luar untuk anak–anak anda. Planetarium Jakarta merupakan sarana wisata pendidikan yang dapat menyajikan pertunjukan/peragaan simulasi perbintangan atau benda-benda langit. Pengunjung diajak mengembara di jagat raya untuk memahami konsepsi tentang alam semesta melalui acara demi acara.

Planetarium Jakarta dibuka sebagai wujud kepedulian dan partisipasi kepada masyarakat terutama pelajar/mahasiswa dalam bidang pendidikan, khususnya membantu meningkatkan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa di luar kurikulum sekolah (extra curiculair). Dari waktu ke waktu Planetarium Jakarta senantiasa berupaya meningkatkan pelayanan dengan menambah berbagai fasilitas/sarana dan prasarana berupa ruang tunggu yang lebih nyaman, peralatan pertunjukan yang mutakhir dengan mengganti proyektor yang baru yaitu Universarium model M VIII buatan pabrik Carl Zeiss Jerman sekaligus melakukan renovasi gedung pertunjukan yang lebih memadai pada tahun 1996/1997 dan memperluas bangunan gedung ruang tunggu pengunjung pada tahun 2002 melalui dukungan dana Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Planetarium Jakarta berdiri tahun 1964 diprakarsai Presiden Soekarno dan diserahkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 1969. Di tempat ini juga tersedia ruang pameran benda- benda angkasa yang menyuguhkan berbagai foto serta keterangan lengkap dari berbagai bentuk galaksi, teori-teori pembentukan galaksi disertai pengenalan tokoh-tokoh di balik munculnya teori. Di ruang pameran ini, ada juga pajangan baju antariksa yang digunakan mengarungi angkasa, termasuk mendarat di bulan. Beberapa peralatan lain untuk pengamatan antariksa turut dipamerkan.

Sejarah dari Planetarium dan Observatorium Jakarta dibangun oleh Pemerintah Republik Indonesia mulai tahun 1964, atas gagasan Presiden Soekarno dengan harapan agar bangsa Indonesia sedikit demi sedikit mengenal berbagai macam benda langit dan berbagai peristiwa di luar angkasa. Selain dana dari pemerintah, Planetarium dan Observatorium Jakarta ini juga didanai oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Pada tahun 1968, gedung beserta peralatan planetarium berhasil diselesaikan. Pada tanggal 10 November di tahun yang sama, Planetarium dan Observatorium Jakarta diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin bersamaan dengan diresmikannya Pusat Kesenian Jakarta—Taman Ismail Marzuki.

Pertunjukan Planetarium mulai dibuka untuk umum pada tanggal 1 Maret 1969, menggunakan proyektor Universal buatan perusahaan Carl Zeiss, Jerman. Tanggal 1 Maret itu kemudian dijadikan hari ulang tahun Planetarium. Pada tahun 1984, Pemerintah DKI Jakarta membentuk Organisasi Penyelenggara Tugas dan Fungsi Planetarium dan Observatorium sebagai pengganti status awal Proyek Planetarium menjadi Badan Pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta. Kepala Badan Pengelola mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas-tugasnya langsung kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta. Perubahan status ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2209 Tahun 1984.

Pada tahun 1996, Badan Pengelola Planetarium dan Observatorium Jakarta melakukan renovasi gedung sekaligus pemutakhiran peralatan pertunjukan dengan mengganti proyektor utama dengan yang lebih canggih dan dikontrol sepenuhnya oleh program komputer. Proyektor Universal diganti dengan Proyektor Universarium Model VIII, bahan layar kubah diganti dengan yang baru dan garis tengahnya dikurangi dari 23 meter menjadi 22 meter. Lantainya ditinggikan dan dibuat bertingkat. Seluruh kursi dibuat menghadap ke arah Selatan dan jumlahnya dikurangi dari 500 ke 320 kursi.

Planetarium dan Observatorium Jakarta menyajikan 9 judul film yang diputar secara bergantian. Setiap pertunjukkan berlangsung selama kurang lebih 60 menit dengan narasi yang disampaikan secara langsung dan diiringi suara musik. Berikut adalah judul film yang disajikan di Planetarium:

  1. Tata Surya : Berisi pengenalan tentang Tata Surya dan perkembangan pemahaman manusia tentang alam semesta.
  2. Penjelajah Kecil di Tatasurya : Membahas tentang komet, asteroid, materi antarplanet  dan benda-benda lain yang sering disebut sebagai penjelajah kecil di tatasurya.
  3. Pembentukan Tata Surya : Membahas tentang berbagai teori pencerahan yang dilakukan untuk menyingkap tabir permukaan Tata Surya.
  4. Planet Biru Bumi : Membahas tentang bumi dan asal-usulnya.
  5. Dari Ekuator Sampai ke Kutub : Berisi tentang penampakkan dan gerak harian benda langit yang terlihat dari bumi.
  6. Gerhana Matahri dan Gerhana Bulan : Membahas tentang gerhana, Termasuk mitos-mitos yang menyertainya.
  7. Galaksi Kita Bima Sakti : Membahas tentang galaksi Bima Sakti
  8. Riwayat Hidup Bintang : Membahas tentang proses kelahiran, perkembangan, dan kematian sebuah bintang.
  9. Bintang Ganda dan Bintang Variabel : Membahas tentang sistem Bintang

Sejak bulan April 1999, Planetarium & Observatorium Jakarta telah menambah sajian jenis pertunjukan baru yaitu multimedia/citra ganda, salah satu pertunjukan audiovisual yang sangat menarik dengan menggunakan media slide dipadu dengan media lainnya seperti audiotape. Pada pertunjukan ini dijelaskan hal-hal yang penting mengenai matahari sebagai pusat tata surya serta teori-teori mengenai asal-usul atau pembentukan alam jagat raya ini. Jadwal peneropongan disusun dan disesuaikan dengan memperhatikan prakiraan cuaca. Kegiatan peneropongan tidak dipungut biaya.

Dalam perjalanannya, Planetarium dan Observatorium Jakarta dari tahun ke tahun semakin bertambah peminatnya bahkan masyarakat/pengunjung ingin mempelajari/memahami lebih jauh tentang tata surya atau jagat raya. Untuk menampung aspirasi/keinginan masyarakat/pengunjung tersebut pada tahun 1985 dibentuk Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) suatu wadah yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat pencinta ilmu astronomi, keanggotaannya berasal dari berbagai latar belakang/tingkatan pendidikan dan profesi.

Jadi jika anda tidak sempat berlibur ke luar kota silahkan mampir ke planetarium, jalan-jalan sekaligus menambah ilmu pengetahuan.

Alamat : Jl. Cikini Raya No.73 Jakarta Pusat
Telepon : 021-2305146
Fax : 2305147

(berbagai sumber)

Artikel Terkait: