Warung Nasi Uduk Mas Miskun

Warung Nasi Uduk Mas Miskun

Warung nasi uduk Mas Miskun
Rumah makan yang memiliki slogan “Rasa Restoran Harga Kaki Lima” ini memang dulunya berjualan di pinggir jalan yang saat ini beralih menjadi tempat kuliner yang nyaman, tidak berpanas-panasan dan malah sekarang pengunjung bisa menikmati gurihnya nasi uduk mas miskun sambil diiringi live music.

Mas Miskun berawal dari sebuah gerobak dorong. Haji Amir dan istrinya, Aminah, merintis usaha itu sejak tahun 1989 di trotoar Jalan Kramat Raya, persisnya di depan Hotel The Acacia sekarang ini. Setelah gagal mencoba berbagai usaha lain, mereka bertekad berdagang nasi uduk dan ayam goreng.

Tak disangka, pengunjung membludak. Nasi uduk yang gurih, ayam goreng yang empuk dan garing, serta sambal goreng yang rasa pedasnya pas ternyata diminati orang.

Usaha itu berkembang. Pundi-pundi Amir pun gemerincing terisi rupiah. Dari gerobak dorong ia mendirikan warung tenda dan mempekerjaan seorang karyawan.

Tapi jangan bayangkan usaha itu selalu berjalan mulus. Sebagaimana umumnya nasib PKL (pedagang kaki lima) di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia, warung Mas Miskun digusur berkali-kali. “Sudah tidak kehitung, ada kali enam kali kami digusur,” kata H. Amir tentang warung tenda yang di Jalan Kramat Raya. Ia jadi tahu banyak cara untuk menghadapai aparat sehingga warungnya bertahan.

Tahun 2004 ia tidak bisa lagi mengelak. Pemerintah Kota Jakarta Pusat saat itu punya proyek pembangunan pedestrian senilai Rp 5 miliar di sepanjang Jalan Kramat Raya dan Salemba. Semua PKL, tanpa terkecuali, digusur. Namun bagi Haji Amir, penggusuran itu justru menjadi semacam a blessing in disguise. Dalam kebingungan, ia mendapat tawaran untuk menyewa lahan kosong di Jalan Kramat Raya, persis di belakang lokasi tendanya selama ini.

Mas Miskun tinggal mundur sejengkal dari jalan raya lalu menempati lahan privat. Warung pindah tetapi tidak kehilangan pelanggan. Seketika itu, Mas Miskun juga berubah wajah dari kaki lima menjadi sebuah restoran meski dengan meja dan tata ruang seadanya.

Dari Jalan Kramat Raya Mas Miskun mengepakkan sayap ke Jalan Percetakan Negara, Pintu Air (Pasar Baru), dan yang terbaru di Jalan Matraman, Jakarta Timur. Di Jakarta Utara Haji Amir sudah menyewa tempat di Kelapa Gading Trade Center.

Di Percetakan Negara, juga mulai dari kaki lima. Ia dekati petugas kelurahan dan kecematan dan semula lancar. Tetapi ancaman penggusuran akhirnya datang juga. Dalam kondisi terancam itu, ia lagi-lagi dapat tawaran untuk mengontrak tempat, persis di seberang lokasi warung tendanya. Saat ini di Percetakan ada dua Mas Miskun yang letaknya berseberangan. Satu di kaki lima. Satu lagi berbentuk restoran di lahan privat. Yang di kaki lima beroperasi dari pukul 17.00 sampai 04.00 pagi. Yang restoran berjualan dengan waktu lebih panjang, dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 04.00 pagi hari berikutnya.

Menu yang disajikan kebanyakan menu-menu makanan tradisional, aneka Ikan bakar atau goreng, ayam goreng ataupun bakar, aneka pepes, sayur, sop dan aneka minuman panas maupun dingin dengan harga yang terjangkau atau harga kaki lima. Menu terbaru dari Mas Miskun mulai bulan Mei 2010 ini adalah Bebek Goreng ataupun di bakar.

Apabila anda makan di tempat silahkan ambil sendiri aneka sambal seperti sambal goreng, sambal tomat, sambal kecap, sambal kacang, dan sambal mangga secara gratis yang letaknya dekat dengan kasir.

Lokasinya mudah ditemukan karena letaknya dekat dengan perlintasan kereta api di jalan Percetakan Negara Raya. Nasi Uduk Mas Miskun buka mulai dari pukul 08.00-04.00 WIB.

Menerima pesanan sekaligus jasa antar disekitar daerah Percetakan Negara dengan syarat pembelian minimal Rp. 8000 pada jam ramai atau pada saat makan siang.

Untuk bisa menikmati hidangan dari Nasi Uduk Mas Miskun didaerah lain terdekat dengan domisili anda, bisa mengunjungi ke salah satu cabangnya terletak di:

  • Jalan Kramat Raya No. 87, Jakarta Pusat
  • Jalan Matraman Raya No.41, Jakarta Timur
  • Jalan Raya Wangun arah Tajur, Bogor
  • Jalan Raya Cipayung km 76, Puncak

Ketika mengunjungi warung Nasi Uduk Mas Miskin, anda bisa memarkir kendaraan di sepanjang jalan Percetakan Negara Raya di sekitar Warung Nasi Uduk Mas Miskun.

(Berbagai Sumber)

One thought on “Warung Nasi Uduk Mas Miskun

  1. aldy

    sekedar unek2 bro. minggu lalu gw makan di masmiskun sm keluarga ada15 orangan. yg bikin gw kecewa dari tempat ini. makananya datang sampai pada abis minumanya belum datang juga malah yg di anter es teler dulu. sedangkan es teh/teh tawar&es jeruk ga muncul2.pas gw samperin ke dapur tentang kekuranganya. eh ..pelayanya malah jawab keselek dong mas..dan sy jawab ga bakal datang lg ke sini mas..lain kali jangan cuma pajang2foto doang pelayanan lebih penting…txs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>