Pantai Watukarung

Gugusan pulau karang hitamnya begitu kokoh menjulang. Di sela-sela karang itu, gelombang laut meliuk-liuk bak penari, menantang peselancar memacu adrenalinnya. Pantai Watukarung terletak di Kecamatan Pringkuku, […]

Gugusan pulau karang hitamnya begitu kokoh menjulang. Di sela-sela karang itu, gelombang laut meliuk-liuk bak penari, menantang peselancar memacu adrenalinnya. Pantai Watukarung terletak di Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Pantai Watukarung merupakan salah satu dari puluhan pantai yang mempesona di Kabupaten Pacitan. Pantai ini terletak sekitar 35 kilometer dari alun-alun atau pusat pemerintahan daerah. Perjalanan ke lokasi itu harus ditempuh dengan kendaraan roda empat atau sepeda motor pribadi atau sewa karena memang tak ada angkutan umum yang memfasilitasi pengunjung.

Waktu tempuh sekitar satu jam bagi mereka yang belum pernah berkunjung ke lokasi ini. Hal itu karena akses menuju tempat wisata ini hanya jalan yang lebarnya sekitar 4 meter. Kondisi jalannya memang sudah beraspal, tetapi banyak lubang di sana-sini. Pemandangan perbukitan dengan pepohonan lebat di kawasan Pegunungan Sewu akan menemani sepanjang perjalanan.

Secara umum sebenarnya tidak sulit untuk menemukan pantai ini karena warga desa setempat telah memasang papan petunjuk arah. Tinggal diikuti dan bila ragu, bertanyalah kepada warga sekitar. Niscaya mereka akan mengarahkan dengan penuh keramahan.

Sesampainya di Watukarung, pengunjung biasanya langsung menuju ke pantai tempat berlabuh para nelayan. Hal itu sangat wajar sebab aktivitas di sini sangat ramai karena terdapat tempat pelelangan ikan yang menjadi pusat transaksi perdagangan hasil melaut.

Namun, jangan terburu-buru senang. Sebab, surga yang sesungguhnya berada di balik batu karang. Letaknya hampir bersebelahan dengan pelabuhan ikan. Pantai ini kondisinya lebih bersih dan tidak bau amis. Sejauh mata memandang yang terhampar hanya pasir putih bersih, tanpa ternodai keberadaan kapal nelayan.

Hamparan pasirnya yang luas mengundang pengunjung bermain, berlari, bahkan bergulung di atasnya. Pengunjung bebas berekspresi seperti membangun istana pasir, saling lempar dengan gumpalan pasir, hingga menyelimuti atau mengubur diri di dalam pasir.

Permainan pasir bukanlah satu-satunya daya tarik bagi wisatawan. Pengunjung bisa berenang di air laut yang sangat jernih dengan warna hijau kebiru-biruan. Di dasar laut terdapat batu karang pipih berwarna hitam yang sangat menawan. Pada musim kerang laut, dasar air akan dipenuhi aneka jenis kerang.

Tidak seperti tempat wisata pada umumnya, pengunjung Pantai Watukarung tidak dikenai biaya retribusi yang dihitung per kepala. Pengunjung cukup membayar biaya parkir kendaraan Rp 5.000 untuk roda empat dan Rp 2.000 untuk roda dua. Itu pun tanpa dikenai biaya tambahan yang dihitung per jam.

Kepala Desa Watukarung Wiwid Pheni Dwiantari mengatakan, walaupun sudah banyak dikunjungi wisatawan asing, Pantai Watukarung belum secara resmi dibuka sebagai obyek wisata. Oleh karena itu, sampai kini tidak ada data resmi jumlah kunjungan wisatawan domestik atau asing di kawasan itu.

”Penyebabnya, ya karena tidak ada anggaran. Menurut rencana, baru tahun 2013, Pantai Watukarung akan dikembangkan sebagai obyek wisata. Sejumlah fasilitas umum, seperti area parkir, kamar mandi umum, hingga tempat berjualan, akan dibangun,” katanya.

Wiwid mengatakan, pemerintah dan masyarakat desa tidak meragukan potensi obyek wisata ini. Hal itu karena sudah banyak investor yang masuk. Hampir semuanya berasal dari luar kota, terutama Bali dan Jakarta. Sebagian besar membeli tanah dan membangun penginapan di tepi pantai.

”Para investor ini pula yang selama ini mempromosikan Pantai Watukarung pada wisatawan asing, selain para agen wisata. Kami berharap keberadaan obyek wisata ini mampu membangkitkan ekonomi penduduk desa yang hampir 90 persen mengandalkan hasil mencari ikan di laut,” ucapnya.

Nah, bagi anda yang tertarik dengan pesona Pantai Watukarung, tunggu apalagi. Atau bagi mereka yang bingung hendak berwisata, pantai ini bisa memperkaya referensi. Kehadiran para wisatawan asing sepanjang tahun membuktikan betapa pesona pantai ini telah mendunia sebelum dikenal di jagat pariwisata Nusantara. Sumber : Kompas

Artikel Terkait: